Subscribe Us

header ads

Kearifan Lokal Tradisi Tahlilan


Mendoakan warga yang meninggal dunia dengan membaca kalimat-kalimat thayyibah adalah salah satu tradisi warga Pacarpeluk. Tradisi ini disebut tahlilan. Mungkin karena bacaan tahlil dibaca paling banyak daripada bacaan kalimat-kalimat thayyibah yang lain, sehingga tradisi ini disebut tahlilan.
Tidak ada keharusan bagi warga untuk melaksanakannya. Meskipun demikian hampir semua warga khususnya yang mengidentifikasi diri sebagai Nahdliyyin pasti menyelenggarakan tradisi ini.
Malam ini, Kamis, 10 Agustus 2017 adalah hari keempat meninggalnya salah satu warga Pacarpeluk, mbah Saidi. Keluarga menyelenggarakan tradisi ini. Warga berbondong-bondong hadir di rumah duka setalah shalat Isya’ untuk berdzikir membaca kalimat thayyibah dan berdoa serta mendoakan ahli kubur itu.
Keluarga duka sengaja mengundang warga untuk mendoakan almarhum selama tujuh hari kematiannya. Tiada paksaan dan beban yang berlebihan dalam menyelenggarakan tradisi ini. Selain karena telah ada sumbangan suka rela saat para petakziah datang sebelum pemakaman, kini setiap keluarga duka mendapat santunan air minum hasil pengelolaan dana koin sedekah yang telah digerakkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk. [] 

Post a Comment

0 Comments