Subscribe Us

header ads

Sak Muni-munimu Wis!



Santri NU Pacarpeluk menuliskan reportasenya saat mengikuti kegiatan GP ANSOR Jombang.  Berikut ini adalah hasil reportasenya. Selamat membaca.

Aktivis NU dan santri pantang sedih berlarut-larut. ’’Santri harus bisa move on,’’ kata Direktur Aswaja Center Jombang, Dr KH Afifuddin Dimyati, saat ngaji dalam Rutinan Rijalul Ansor Sabtu malam Ahad Pahing (23/9) di masjid Agung Baitul Mukminin Alun-Alun Jombang. 

Penyebab susah yang disebut dalam Quran menurut pengasuh PP Hidayatul Quran Darul Ulum Rejoso ini sangat banyak. Termasuk karena perbuatan dan omongan orang lain. Sebagaimana disebut dalam QS Al An’am 33, Almujadilah 10  dan  QS Annahl 127.

’’Karena itu kita tidak usah terlalu susah memikirkan omongan orang lain,’’ tuturnya. Saat Ansor melangkah atau memutuskan sesuatu, pasti ada saja yang tidak suka dan mencela. ’’Kalau sudah begitu, saya suka dengan jawaban Gus Mahfud, sak muni-munimu wis,’’ ucapnya.

Penyebab lain susah adalah karena perpisahan seperti dialami orang tua Nabi Musa ketika harus menghanyutkan Nabi Musa di sungai. Juga saat Nabi Yakub harus pisah dari Yusuf.  Susah karena sendirian seperti yang dialami Maryam kala melahirkan Nabi Isa. 

Susah atau sedih itu sendiri ada tiga macam. Hammun, karena masa depan. Hazan, karena masa lalu. Ghom, karena  masa sekarang. 

’’Solusi atas semua penyebab susah atau sedih itu adalah berdoa, tawakal kepada Allah atau berusaha tanpa memikirkan hasil. Tidak terlalu memikirkan omongan orang. Tidak membandingkan dengan kenikmatan orang lain. Serta menyadari semuanya dari Allah,’’ pungkasnya seraya mengutip QS Alhadid 22-23. {mam}

Post a Comment

0 Comments