Subscribe Us

header ads

Ngalap Berkah Rasulullah SAW


Saat ngaji rutinan Kamis malam Ranting NU Candimulyo di Musola Annur Candi, Kamis (30/11/2017), Wakil Rois Syuriah PCNU Jombang KH M Soleh menjelaskan bab najis. "Semua air kencing najis kecuali air kencing Rosulullah SAW. Air kencing Rosul tidak najis," tuturnya.
Malah ada sahabat yang ngalap berkah dengan air kencing Rosulullah. "Tahu Rosulullah kencing, ada sahabat yang nadongi lalu diminum. Melihat itu Rosulullah bilang, perutmu tidak akan kemasukan api neraka."
Sahabat Bilal juga pernah menceritakan. Bagaimana para sahabat rebutan sampai-sampai seperti hendak saling membunuh demi mendapatkan air yang baru dipakai wudlu Rosulullah.
Mungkin seperti para santri yang rebutan hendak mencium tangan kiai. Pada kilatan Ramadan 1999 di Pesantren Tebuireng, tangga kayu sampai ambruk gara-gara para santri rebutan naik untuk salaman dengan KH Ishak Latif yang malam itu khataman. (Ya Allah, beliau jomblo hingga meninggalnya. Mugi ten alam barzahipun Panjenengan kerso kirim banyak bidadari untuk menemani beliau).
Saat ngaji Muludan di Polres Jombang, Kamis (7/12/2017), KH Kholiq Hasan PP Al Amanah Bahrul Ulum Tambakberas cerita, bagaimana para sahabat mengambil berkah dari Rosulullah SAW. ’’Contohnya Panglima Khalid bin Walid,’’ tuturnya.
Semua perang berhasil dia menangkan. ’’Khalid bin Walid ini salah satu sahabat yang bertabarruk dengan rambut Rasulullah SAW,’’ jelasnya.
Khalid menceritakan sendiri pada perang Yarmuk. Waktu itu, perang berkecamuk. Tanpa sengaja, peci yang dikenakan  Sayyidina Khalid jatuh. Beliaupun mencari peci itu. Beliau juga memerintah pada tentara-tentaranya untuk mencari peci itu. Tak lama kemudian, para tentara menemukan peci itu kotor.
Sayidina Khalid kemudian bercerita. ’’Suatu ketika Rasulullah SAW melakukan ibadah umrah. Setelah selesai, beliau mencukur rambutnya. Orang-orang berebutan untuk mendapatkan rambut beliau. Saya mendahului mereka dan mendapatkan rambut beliau bagian ubun-ubun. Saya letakkan rambut itu di peci. Maka, setiap saya berperang dan membawa peci itu, saya pasti menang,’’ jelasnya.
Suatu hari Nabi cantuk (bekam/hijamah). Lalu berpesan kepada sahabat. Agar membuang darah bekas cantuk tersebut di tempat yang tidak diketahui orang.
Sahabat itu langsung meminum darah bekas cantuk Nabi tersebut. Nabi tersenyum melihatnya.
Di zaman now sekarang ini. Seandainya Nabi hidup di zaman ini. Yang mau ngalap berkah rambut  Nabi. Mau rebutan air bekas wudlu Nabi.
Yang mau meminum air kencing Nabi. Yang mau meminum darah bekas cantuk Nabi.
Menurut saya hanya Banser. Ya, Banser.
Ora apal ayate. Ora apal hadise. Tapi mati-matian membela kiai dan bumi pertiwi. Itulah Banser.
Piye apal dalil wong wayahe pengajian jogo nang pinggir dalan. Suarane kendaraan terdengar lebih kenceng dari suara sing ngaji.
Sebodoh-bodohnya orang bodoh yang tanya dalil pada Banser.
Ada orang bodoh tanya pada Nabi. Nabi, kiamat itu kapan?
Nabi  balas tanya. Persiapanmu apa kok wani2 takon kiamat? "Persiapan saya hanya cinta pada panjenengan."
Nabi jawab, cintamu itu sudah cukup sebagai persiapan.
Zaman now, kiro-kiro sing takon nang Kanjeng Nabi iku maeng yo Banser kuwi..
Ora kudu apal dalile. Ora kudu menang debate. Cukup peliharalah cinta pada Nabi. Cinta pada para kiai penerus Nabi. Cinta pada NKRI yang diwariskan para pewaris Nabi..
Kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai. {mam}

Post a Comment

0 Comments