Subscribe Us

header ads

Kearifan Lokal Jumat Legi di Masjid NU Baitul Muslimin


Entah bagaimana asal usul penamaan pasaran Legi (Indonesia: Manis) yang jelas setiap bertepatan malam Jumat Legi, masjid NU Baitul Muslimin dusun Peluk, Pacarpeluk merasakan manisnya malam Jumat Legi. Diawali dengan melaksanakan shalat Maghrib secara berjamaah, jamaah masjid ini kemudian melanjutkannya dengan dzikir kalimat thayyibah Tahlil dan mendoakan para leluhurnya yang telah meninggal dunia. Setelah itu mereka kenduri bersama.

Sebenarnya dzikir kalimat thayyibah Tahlil ini diselenggarakan tiap malam Jumat. Khusus pada malam Jumat Legi, hampir selalu ada jamaah yang datang ke masjid sambil membawa makanan (khususnya, ambeng). Setelah selesai berdzikir dan berdoa mereka kemudian bersama-sama melakukan kenduri atau makan bersama makanan yang di bawah oleh jamaah itu.

Tradisi inilah yang sangat disenangi oleh anak-anak. Mereka pun hafal. Tiap malam Jumat Legi, anak-anak pun banyak hadir di masjid yang terletak di tepi sungai Brantas ini sejak menjelang adzan Maghrib.

Tradisi ini mencerminkan pelaksanaan ritual dalam kemasan budaya khas, tanpa menyimpang dari syariat. Sungguh inilah kearifan lokal yang layak dilestarikan. {abc}    
Ini adalah momentum yang paling disukai anak-anak.


Post a Comment

0 Comments