Subscribe Us

header ads

Memfasilitasi Kebangkitan Fatayat NU Pacarpeluk


Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk mengadakan rapat koordinasi antar Badan Otonom (Banom) NU pada Selasa malam, 09 Januari 2018 di Masjid Baitul Mukminin Dusun Peluk.
Ketua Tanfidziyah PRNU Pacarpeluk, Nine Adien Maulana, mengatakan bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk menggerakkan NU dengan seluruh banom-banomnya di Pacarpeluk. Muslimat, Fatayat, GP Ansor dan IPNU serta IPPNU harus bersama-sama bergerak dalam kordinasi NU untuk berkhidmat dalam masyarakat.
Dalam pertemuan ini salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah Fatayat GP ANSOR yang masih belum banyak bergerak dengan bendera organisasinya. 
Kiprah Fatayat selama ini masih rancu dan tenggelam dengan Muslimat. Dua banom itu dalam praktiknya masih bergerak bersama-sama secara kultural, sehingga kiprah organisasi Fatayat menjadi tidak tampak.
GP ANSOR sebagai banom termuda di desa ini juga belum bergerak maksimal karena keterbatasan personil dan masih belum mengetahui pada bidang apa dan bagaimana menggerakannya.  
Tumpang tindih kader Muslimat dan Fatayat di desa ini memang tidak terelakkan dalam praktik gerakannya. Padahal, menurut Anggaran Rumah, warga nahdliyin yang dapat menjadi anggota Fatayat adalah muslimah remaja hingga dewasa dengan rentang usia antara 20 - 40 tahun.
Menurut data statistik Desa Pacarpeluk dalam situs www.desapacarpeluk.web.id, dari total 2831 penduduk 49 % adalah kaum wanita sejumlah 1410 orang. Dari jumlah tersebut yang memenuhi persyaratan umur sebagai anggota Fatayat sebanyak 409 orang atau setara dengan 14% penduduk.
Dra. Hj. Mustaqimah seorang tokoh wanita Pacarpeluk  memperkirakan bahwa minimal 70% warga di Pacarpeluk adalah nahdliyin baik secara struktural maupun kultural. "Dengan asumsi perhitungan yang sama, maka secara matematis Pengurus Ranting Fatayat NU memiliki hampir 300 anggota potensial dan tidak seharusnya kekurangan kader.", terang mantan ketua PAC Muslimat Megaluh itu.
“Setelah pertemuan ini, mari kita kemas ulang seluruh gerakan NU dan banom-banomnya di Pacarpeluk sehingga tampak benar-benar hidup. Mari kita jadikan www.nupacarpeluk.com sebagai media branding dan promosinya.", pungkas ketua PRNU Pacarpeluk itu. {aida}

Post a Comment

0 Comments