Subscribe Us

header ads

Tidak Ada Orang Yang Lebih Buruk Dari Diriku

Oleh: 
Dr. KH. Muhammad Afifudin Dimyathi, MA
Pengasuh Pon. Pes Darul Ulum Peterongan

Jika kau bertemu seseorang, maka lihatlah keutamaannya atasmu, dan katakanlah, bisa jadi orang ini lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya disisi Allah dari diriku. Jika ia masih kecil, katakanlah, ia lebih baik dariku, ia belum banyak bermaksiyat kepada Allah seperti aku. Jika ia tua, katakanlah, ia lebih baik dariku, ia lebih lama beribadah kepada Allah. Jika ia orang alim, katakanlah, ia lebih baik dariku. Ia telah diberi anugerah yang tidak kuterima, dan telah memperoleh apa yang belum mampu kuperoleh, dan ia telah mengamalkan ilmunya. Jika bertemu orang bodoh, katakanlah, ia lebih baik dariku. Ia bermaksiyat kepada Allah dalam keadaan jahil, sedangkan aku bermaksiyat kepada Allah dalam keadaan tahu. Jika ia kafir, katakanlah, saya tidak tahu, bisa saja ia akan masuk Islam dan mati husnul khotimah sedangkan aku bisa saja kufur dan mati su'ul khotimah.

(Syekh Abdul Qodir Jaelani)
Dalam menilai diri sendiri, Sayyidina Ali RA, pernah mengingatkan kita untuk menilainya lebih buruk dari diri orang lain. Hal ini diantara faidahnya adalah menghilangkan perasaan Ujub dan menghilangkan kebiasaan menghina orang lain. Beliau berkata:

كُنْ عنْدَ النَفْس شَر النَاس

Para sahabat diceritakan oleh para ulama, juga selalu mempunyai pandangan demikian terhadap diri mereka sendiri. Hal ini karena mereka sangat menghawatirkan munculnya sifat Ujub yang akan menghalangi hidayah Allah. Dalam sebuah riwayat Abu Nua'im dalam kitab Hilyah Auliya', Umar RA juga pernah berkata:
لَوْ نَادَى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّكُمْ دَاخِلُونَ الْجَنَّةَ كُلُّكُمْ أَجْمَعُونَ إِلَّا رَجُلًا وَاحِدًا، لَخِفْتُ أَنْ أَكُونَ هُوَ.
"Jika ada orang berteriak dari langit: Wahai sekalian manusia, kalian semua masuk surga kecuali satu orang, aku takut yang dimaksud adalah aku".

Jika Umar Bin Khottob yang sudah kita ketahui jasa dan perjuangannya untuk Islam, merasa tidak lebih baik dari orang lain maka tentu kita lebih pantas bersikap demikian. Dan, pada akhirnya, kita akan jarang merendahkan orang lain (baca: nyinyir). Bukankah kehidupan ini akan semakin nyaman? {abc}


Post a Comment

0 Comments