Subscribe Us

header ads

Tujuh Tahun, LAZISNU Jatim Berhasil Kumpulkan Dana Rp 210 Milyar

Rapat Kerja PW NU - CARE LAZISNU Jatim 2018 di
Ocean Garden Resto Stasiun Kota Baru, Malang, Jumat (9/2/2018).
Diadopsi dari www.timesindonesia.co.id pada Sabtu, 10 Februari 2018 - 02:08


Luar biasa! Rp 210 milyar terkumpul di tahun ke 7 kiprah LAZISNU Jatim dari zakat, infaq dan sodaqoh yang digali dari masyarakat melalui berbagai macam program.
Dari Rp 210 milyar nasional tersebut, Rp 72 milyar dari Jawa Timur, dan yang lebih membanggakan lagi, Rp 56 milyar merupakan sumbangan masyarakat Jombang.
"Keberhasilan Jombang sebagai pilot project LAZISNU, karena dana yang berhasil dikumpulkan masyarakat, dikelola kembali oleh masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat serta peran tokoh masyarakat yang ikut terlibat langsung mendukung program sehingga mereka merasa ikut memiliki dan merasakan langsung programnya," kata Direktur Eksekutif LAZISNU Gus Didin Ahmad Solahudin, saat acara Rapat Kerja PWNU - CARE LAZISNU Jatim 2018 di Ocean Garden Resto Stasiun Kota Baru, Malang, Jumat (9/2/2018).
Menurut Gus Didin, saat memberikan paparan program kepada para mitra yang hadir, LAZISNU sudah berjejaring sampai anak ranting di tingkat desa, di 28 Kabupaten Kota di Jatim.
"Hal ini menguatkan jejaring dan semua mitra strategis," tambahnya.
Pernyataan Gus Didin tersebut diamini Ketua Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Timur, Gus Noor Sodiq Askandar. Menurut Gus Sodiq, sapaannya, di Kota Malang akan dibuka kantor LAZISNU untuk program di Malangraya dan dikendalikan langsung oleh pengurus wilayah.
"LAZISNU tetap konsentrasi penyaluran bantuan fokus ke bidang Pendidikan melalui beasiswa, peralatan sekolah, sarana pendidikan dan ilmu agama," katanya.
Sedangkan untuk bidang Ekonomi, dia menambahkan, dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Contoh di Ngawi, ada program kambing bergulir bagi masyarakat miskin. Untuk Jombang beasiswa bagi para Hafiz Qur'an. Sedangkan bidang kesehatan, desa Pacarkeluk Jombang, menjadi finalis desa inovasi, yaitu dengan program gratis berobat dengan kartu LAZISNU," ungkapnya.
Bukan itu saja, kata Gus Sodiq. Daerah bencana juga mendapat perhatian.
"Di Pacitan dialiri bantuan 800 juta, bahkan pengungsi Rohingya dibantu 250 juta untuk bantuan kemanusiaan. Dan masih banyak program bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Gus Sodiq berharap, Raker ini menjadi media bersama bagi LAZISNU Jatim dan mitranya untuk mensyiarkan kesadaran beramal, infaq dan sodaqoh kepada masyarakat.
"Apresiasi juga bagi Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sodaqoh di daerah, karena memberikan peran strategis ranting ranting untuk mengelola dana dari masyarakat, disalurkan kembali untuk masyarakat sekitar, ujarnya sambil menutup acara.
Dalam rapat rapat kerja ini selain pengurus LAZISNU Jatim, beberapa mitra program juga tampak hadir yakni BRI Syariah, Mandiri Syariah, Mega Syariah, Bank Jatim Syariah, I-TV, Toko Kain Nelly, Komunitas Masyarakat Peduli Demokrasi, Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, Basmalah Utama Travel Umroh dan Haji, TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), dan beberapa pendukung lainnya. {abc}

Post a Comment

0 Comments