Subscribe Us

header ads

Melestarikan Kearifan Lokal Jumat Legi

Para santri MADIN Baitul Muslimin berlatih tilawah Yasin dan dzikir Tahlil Jumat Legi.


Malam Jumat Legi bagi warga NU Pacarpeluk selalu istimewa. Masjid dan musholla menjadi lebih ramai daripada biasanya. Jamaah yang hadir juga lebih banyak daripada malam-malam lainnya.
Mereka sengaja datang ke masjid dan musholla dengan maksud mengikuti dzikir tahlil bakda Shalat Maghrib. Tujuannya adalah untuk mendoakan ahli kubur mereka.   
Lebih istimewa lagi, mereka datang dengan membawa ambeng (makanan yang dimaksudkan untuk konsumsi kenduri). Setelah berdzikir dan berdoa mereka melakukan kenduri dengan makan ambeng itu bersama-sama.
Untuk melestarikan kearifan lokal itu Madrasah Diniyyah Baitul Muslimin melatih para santrinya menyelenggarakan acara itu. Pada kamis sore menjelang malam Jumat Legi para santri diajak berdzikir membaca surah Yasin dan Tahlil. Mereka juga diminta membaca makanan ringan.
Setelah acara itu para santri diajak kenduri dengan menikmati makanan yang dibawa itu. Agar rasa kebersamaan dan kekeluargaannya semakin kuat, maka makanan yang mereka bawa itu diputar kepada santri yang lain, sehingga mereka tidak makan apa yang dibawanya sendri.
Acara ini semakin khas anak-anak karena dikemas dengan berbagai game dan kuis yang diselenggarakan setelah khusyuk dalam tilawah dan dzikir. {abc}   

Post a Comment

0 Comments