Subscribe Us

header ads

Ipung Kurniawan: "Mari Bangga Jadi Wong NU".

Mengenakan kemeja jersey produk NUP
Namanya hanya dua kata. Ipung Kurniawan. Meskipun demikian, saat berorasi atau mempresentasikan gagasan, ribuan kata bisa ia suarakan.
Wajahnya sudah sangat familiar di kalangan birokrat Jombang. Ia telah menjadi ikon perjuangan para guru dan pegawai honorer K2 di Jombang. Berbagai aksi telah dilakukannya untuk memperjuangkan nasib mereka.
Lahir dari keluarga santri NU Sentul, Tembelang Jombang, ia kemudian mondok di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Pendidikan Tingginya ditempuh di kampus di Universitas Darul Ulum Jombang.
Sambil terus memperjuangkan nasib para guru dan pegawai honorer K2, ketua Yayasan Pendidikan Islam El Wahid Tembelang Jombang ini mengelola lembaga pendidikan usia dini dan Taman Kanak-kanak. Bersama istrinya ia juga berencana akan segera mendirikan Sekolah Dasar.
“Kultur lembaga pendidikan kami adalah NU, karena kami memang berasal dari keluarga NU”, jelasnya.
Melalui lembaga pendidikan yang dikelolanya, ayah dari dua anak ini menanamkan semangat bangga menjadi warga NU. “Jika kita tidak bangga dengan identitas ke-NU-an kita, maka kita akan mudah terpengaruh dengan hal-hal baru yang tidak diwariskan para kyai kita”, tegasnya. 
Atas dasar itulah, ia sangat mengapresiasi PRNU Pacarpeluk dalam menggerakan jamaah dan jam'iyyah, khususnya dalam rintisan usaha kemandirian ekonomi. {abc} 

Post a Comment

0 Comments