Subscribe Us

header ads

Mushafahah dan Mushabakah Menandai Ijazah Kitab Bulugul Maram

Mushobakah: Salaman dengan menyatukan sela-sela jari-jari tangan
Muhammad Muhyiddin Al-Yamani Al-Qurosy akhirnya benar-benar hadir asrama Hidayatul Quran (HQ) Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Jombang, Senin, 30 April 2018. Sesuai dengan agenda yang telah direncanakan, Syeikh Sudan ini memberikan ijazah beberapa kitab dan menyaksikan pelantikan Pengurus Alumni NU Sudan (IKANUSA).
Kitab-kitab yang diijazahkan adalah Bulughul Maram, Safinatun Najah, Matan Abi Suja’, Matan Zubad dan beberapa kitab Fiqih Syafi’iyyah lainnya.
Prosesi pemberian ijazah ini dilakukan dua kali. Prosesi pertama diberikan kepada para ustadz asrama Hidayatul Quran PPDU Jombang. Prosesi kedua diberikan secara umum kepada para santri dan para tamu undangan.
Setelah Syeikh Sudan ini menyatakan memberikan ijazah, seluruh hadirin penerima ijazah menjawab, "Qabilnaa (kami terima)" dengan serentak. 
Di antara rangkaian prosesi pemberian ijazah, yang paling unik adalah mushafahah dan mushobakah Syaikh dengan pihak penerima ijazah. Mushafahah adalah jabat tangan secara umum dengan menyatukan kedua telapak tangan kanan, sedangkan mushabakah adalah jabat tangan dengan model menyatukan kedua telapak tangan dengan saling mempertemukan selah-selah jari. 
"Ijazah semacam ini merupakan sesuatu yang mustahab. Ada banyak cara penyampainnya, diantaranya adalah mushafahah dan mushabakah itukata Gus Awis saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut pengasuh asrama HQ ini menjelaskan, "Ia merupakan semacam legalitas untuk menyebarluaskan suatu ilmu, sehingga penerimanya bisa semakin mantap dalam menyampaikan ilmu." 

Acara pemberian ijazah ini diakhiri dengan pelantikan pengurus Ikatan Alumni NU Sudan (IKANUSA) yang dipimpin langsung oleh Gus Awis yang didaulat sebagai pembinanya. {abc}

Post a Comment

0 Comments