Subscribe Us

header ads

Sedekah Ambeng : Kearifan Lokal Warga Nahdliyyin

Kadatangan haji ke kampung halaman langsung disambut dengan ambeng "brokohan".

Kaum Nahdliyyin, sebutan bagi warga atau jamaah Nahdlatul Ulama, memiliki kekhasan dalam beragama dan berbudaya. Salah satunya diekspresikan dalam bentuk sedekah ambeng. Apapun hajatnya, ambeng selalu ada sebagai pelengkap doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Tujuannya adalah mengharapkan berkah dariNya, sehingga makanan yang dibawa pulang itu pun disebut sebagai berkat.
Kedatangan keluarga Syamsul Huda dari menjalankan ibadah haji pun disambut dengan ambeng brokohan, Senin malam, 24 September 2018. Bendahara PRNU Pacarpeluk yang baru tiba di rumah itu pun langsung didaulat membacakan doa. Para tamu yang duduk mengelilingi ambeng itupun mengamininya.
Pemandangan semacam ini sebenarnya tidak lagi asing bagi warga Nahdliyyin Pacarpeluk. Hajatnya bisa saja beragam, namun sedekah makanan yang disajikan kepada warga tetap sama, yakni ambeng. Doanya sama ditujukan kepada Allah SWT. Maksud pemberian ambeng itu juga sama yakni memohon berkah dari Allah SWT, sehingga sebutan makanan yang dibawa pulang pun juga sama, yakni berkat. Inilah kearifan lokal yang tetap lestasi hingga kini. {abc}

Post a Comment

0 Comments