Subscribe Us

header ads

Mari Membiasakan Berbaik Sangka!

KH. Abd. Nashir, Rois Syuriyah PCNU Jombang sekaligus Pengasuh PP Al-Fathimiyah PPBU Tambakberas.

Saat pengajian rutin Tafsir Al Ibriz Jumat malam (16/11/2018) di PP Al-Fathimiyah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abd Nashir Fattah selaku pengasuh menjelaskan kandungan hadist dalam Kitab Riyadus Solihin.
Ada orang habis salat Jumat  langsung berdiri salat sunat. Orang ini lalu dipanggil Muawiyah. Setelah hanya berdua, Muawiyah menasehati. Jangan diulangi, habis salat wajib langsung salat sunat. Karena Rasulullah melarang nyambung salat wajib dengan salat sunah tanpa diselingi ucapan atau pindah tempat.
Setelah salat wajib, harus ngobrol atau zikir dulu baru salat sunah. Atau bergeser pindah tempat, baru salat sunah. Usai salat fardu kita wiridan. Lalu pindah tempat. Kemudian salat sunat, malah apik sanget. Seperti yang biasa di praktekkan warga NU.
Jumat (23/11/2018), Rois Syuriah PCNU Jombang ini mengingatkan. Kalau melihat ada orang habis salat Jumat langsung berdiri salat sunat. Jangan berprasangka dia bukan orang NU. Jangan berprasangka orang itu tidak sesuai dengan hadist nabi. "Harus khusnudzon. Berprasangka baik bahwa orang itu adalah musafir yang sedang menjamak salat," jelasnya.
Orang yang menjamak salat justru tidak boleh memberi jeda. Habis salat Jumat harus langsung berdiri salat Asar. Tanpa diselani ucapan. Tanpa geser pindah tempat.
Masya Allah. Dari situ kita bisa melihat indahnya teladan kiai kita. Kalau punya ilmu, jangan dipakai melihat negatif pada orang lain. Ngerti hadist, jangan memandang jelek yang dianggap menyalahi hadist. Harus selalu bisa khusnudzon. Barangkali dia begini. Barangkali dia begitu, dan seterusnya. Kiai kita mengajarkan untuk selalu khusnudzon, berprasangka baik kepada siapapun.
Nasehat Kiai Nasir diatas juga selaras dengan nasihat Direktur Aswaja NU Center PCNU Jombang yang juga Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Dr KH Afifudin Dimyati Alhafid (Gus Awis). Saat ngisi Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Gus Awis sempat menasehati. Ketika membaca Alquran ketemu ayat yang membahas sifat orang kafir. Jangan mencari-cari orang untuk dikafirkan. Tapi carilah dalam dirimu, apa masih ada sifat-sifat orang kafir itu.
Ketika membaca Alquran ketemu ayat yang membahas sifat orang munafik. Jangan mencari-cari orang untuk dimunafikkan. Tapi carilah dalam dirimu, apa masih ada sifat-sifat orang munafik itu.
Ketika membaca Alquran ketemu ayat yang membahas sifat orang fasik. Jangan mencari-cari orang untuk difasikkan. Tapi carilah dalam dirimu, apa masih ada sifat-sifat orang fasik itu.
Ketika membaca Alquran ketemu ayat yang membahas sifat orang dzolim. Jangan mencari-cari orang untuk dituduh dzolim. Tapi carilah dalam dirimu, apa masih ada sifat-sifat orang dzolim itu.
Sungguh indah jika hidup ini kita penuhi dengan husnudhan. Kedamaian dan harmoni akan bersemi dalam kehidupan ini. {abc}

Post a Comment

0 Comments