Subscribe Us

header ads

Label Hijrah Jangan Menjadi Identitas Eksklusif !

Sambil menikmati makanan dan minuman ringan peserta mengikuti kajian dengan tema Aku Hijrah Aku Bahagia.
Istilah hijrah kini telah menjadi viral dengan kandungan makna yang khas. Di berbagai daerah telah muncul kelompok masyarakat hijrah, termasuk Jombang. Dengan semangat tinggi, mereka ingin lebih serius memahami dan mengamalkan ajaran Islam.   
Ahad, 27 Januari 2019 komunitas Jombang Hijrah mengadakan kajian keislaman. Tidak seperti biasanya, kegiatan ini diselenggarakan di Nest Cofee yang terletak di jalan Aditiyawarman 85 Jombang. Panitia mengundang Nine Adien Maulana menjadi pematerinya. Acara ini dipandu oleh moderator Bondan Sugiantara.
"Hijrah dalam arti berpindah dari satu tempat ke tempat sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ke Madinah adalah sudah tidak ada", ujar ketua PRNU Pacarpeluk ini kepada audience yang rata-rata berusia muda itu.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa istilah hijrah sekarang menjadi ikon perubahan diri menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Hijrah dari hal-hal yang dibenci Allah SWT menjadi semangat bersama untuk berubah lebih baik.
Penggerak NU Pacarpeluk ini juga mengingatkan kepada audience agar tidak terjebak pada eksklusifitas label hijrah ini. "Jangan terkecoh dengan label ini, karena ia bukan tujuan. Tujuan utama hijrah adalah Allah dan RasulNya.", tegasnya sambil menyitir lengkap hadits populer innamaal a'maalu binniyaat

Di akhir paparannya, aktivis NU ini mengutip nasihat Ibnu Athaillah As-Sakandary, “Janganlah kau berpindah dari alam ke alam karena kau akan seperti keledai pengilingan, di mana tujuan yang sedang ditempuhnya adalah titik mula ia berjalan. Tetapi berpindahlah dari alam kepada Penciptanya. Allah berfirman, ‘Hanya kepada Tuhanmu titik akhir tujuan,’ (QS. An-Najm ayat 42).” {abc}
Peserta kajian ini berasal dari beragam latar belakang pilihan fiqih.
Doa menjadi penyempurna majelis ilmu yang diselenggarakan di Cafe ini.

Post a Comment

0 Comments