Subscribe Us

header ads

Ibu-Ibu Ini Merintis Amaliyah Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani

Para penggerak Muslimat NU Pacarpeluk belajar membaca kitab Jawahirul Ma'any,
Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jilany.
Amalan pembacaan manakib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani bagi sebagian besar kaum Nahdliyyin diyakini sebagai wasilah untuk mencapai tujuan secara spiritual (batiniah). Amalan ini telah mentradisi di kalangan Nahdliyyin.
Syekh Abdul Qodir al-Jilani adalah wali dari Baghdad (rahimahullah) di dunia muslim. Ia lahir di Naif, Jailan, Irak pada Ramadan 470 H (1077 M). Ia diyakini sebagai wali istimewa yang dikarunia kehormatan dan kemuliaan (karomah) oleh Allah. Dia mendapat julukan Ghauts Al Azam Muhyiddin Sayid Abdul Qodir Jailani bin Abu Shalih. Dalam terminologi kaum sufi, wali ghauts menduduki jenjang rohaniah dan keistimewaan kedua dalam hal memohon ampunan dari Allah bagi umat manusia setelah para Nabi. 
Dengan maksud melestarikan tradisi itu, para penggerak Muslimat NU Pacarpeluk belajar membaca kita Jawahirul Ma'any yang berisi sejarah kehidupan (manaqib) sang Wali tersebut. Mereka bersama-sama ingin mengamalkan pembacaan kitab manaqib ini untuk melengkapi tradisi amalan yang telah dilaksanakannya, yakni: Khatmil Quran, Yasin, Tahlil, Shalawat dan Istighatsah. {abc} 

Post a Comment

0 Comments