Subscribe Us

header ads

Inilah Kesamaan Para Aktor Dinamika NU Pacarpeluk

Peci Maiyyah, Undangan Halal Bi Halal Majelis Alumni dan Kader IPNU - IPPNU  Sekabupaten Jombang dan Secangkir kopi adalah simbol-simbol kesamaan di antara para penggerak NU Pacarpeluk. Semuanya bertemu dalam satu ruang dan waktu yang bersamaan dan saling melengkapi.

Semuanya jika telah berjodoh, maka akan tampak indah dan bermakna. Jodoh itu memiliki kesamaan diantara perbedaan. Ada chamestry atau sesuatu yang kimiawi di dalam perbedaan itu.
Setidak-tidaknya itulah yang terpotret dalam dinamika NU Pacarpeluk yang digerakkan oleh beberapa pihak yang bertidak sebagai actor kreatifnya. Aktor pertama adalah ketua PRNU Pacarpeluk. Aktor kedua adalah kader-kader muda NU Pacarpeluk yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU serta PAGAR NUSA. Aktor ketiga adalah Ahmad Muhibuddin, pimpinan Astra Honda Motor.
Meskipun ketiga aktor ini berbeda latar belakang, ternyata ada beberapa chamestry yang menyatukannya. Tanpa disadari dan diketahui sejak awal namun ternyata memang mereka memiliki ikatan pemersatu. Inilah kebersamaan ditengah-tengah perbedaan. 
Chamestry pertama adalah semangat maiyyah padhang mbulan. Ternyata ketiga aktor itu sama-sama menjadi jamaah maiyyah yang diasuh oleh Emha Ainun Najib alis Cak Nun atau Mbah Nun. Sejak era Orde Baru, ketika tidak orang berani mengemukakan pendapat secar kritis kepada Pemerintah, ketua PRNU Pacarpeluk ini sudah mengikuti acara padhang mbulan di rumah kampung halaman Emha Ainun Najib di Menturo Sumobito. Acaranya digelar setiap malam tanggal 15 Qomariyah. 
Meskipun kini ia sudah jarang menghadiri majelis maiyyah Padhang mBulan ini secara langsung, namun ia tetap aktif mengikutinya melalui sambung live streaming atau melalui rekaman videonya di Youtube. Melalui media ini, ia bisa terus mengikuti pemikiran-pemikiran lontarkan oleh suami Novia Kolopaking ini.
Di luar dugaan, kader-kader muda NU Pacarpeluk yang tergabung dalam banom-banom NU itu ternya juga aktif menjadi jamaah maiyah Padang mBulan. Ketua PRNU Pacarpeluk ini baru mengetahuinya beberapa diantara mereka datang ke sekretariat PRNU Pacarpeluk untuk mengambil beberapa produk yang akan dijajakan di acara yang diselenggarakan di Menturo itu. 
"Tiap padang mbulan, kami sering hadir di sana pak", kata Ghulam saat mengambil barang yang akan digunakan untuk melapak. Inilah yang menginfomasikan bahwa kader-kader muda NU Pacarpeluk adalah sama-sama jamaah maiyah, padahal ketua PRNU Pacarpeluk ini pun tidak pernah mengajak-ajak mereka untuk mengikuti acara itu.
Di luat dugaan lagi, ternyata Ahmad Muhibuddin yang menjadi wasilah hubungan PRNU Pacarpeluk dengan Astra Honda Motor, juga merupakan jamaah maiyyah. Ia mengikuti acara maiyyah yang diselenggarakan rutin tiap bulan di Taman Ismail Marzuki dengan tajuk Kenduri Cinta. Tidak hanya itu lulusan Tafsir Hadis, Ushuluddun, IAIN Syarif Hidayatullah ini secara khusus mengangkat pembahasan pemikiran-pemikiran Cak Nun dalam skripsinya. 
Chamestry kedua adalah semangat keNUan. Ketiga aktor ini sama-sama dibesarkan dalam lingkungan masyarakat dengan kultur NU. Bangil yang menjadi kota kelahiran Ahmad Muhibbuddin adalah kota yang sangat kental kultur NUnya. Oleh karena itu kultur ini menjadi bagian hidupnya yang tidak bisa dihilangkan serta merta, meskipun kini ia tinggal lama di Jakarta.
Sebelum menjadi ketua PRNU Pacarpeluk, Nine Adien Maulana, telah aktif menjadi aktivis IPNU Komisariat Besar Imam Bonjol di Jember. Kader-kader muda Pacarpeluk yang ada sekarang juga terlibat aktif menggerakkan banom-banom NU di desa ini. Inilah yang menjadi sinergi menggerakkan jamaah dan jam'iyyah di Pacarpeluk.
Chemesty ketiga adalah kopi. Semua aktor yang disebutkan di atas adalah para penikmat kopi. Kopi menjadi salah satu konsumsi mereka sehari-hari. Bedanya hanya sedikit, ketua PRNU Pacarpeluk adalah penikmat kopi namun tidak perokok; sedangkan GM Corcom AHM ini penikmat kopi dan perokok. Kader-kader muda NU yang mayoritas masih pelajar ini juga penikmat kopi tapi tidak perokok. Mereka biasa ngopi dengan model kekinian, yakni sambil menikmati fasilitas free wifi. 
Inilah kesamaan diantara mereka yang tidak pernah direncanakan sebelumnya, namun dipertemukan Allah SWT dalam bentuk kemaslahatan masyarakat. Mungkin, inilah yang namanya berjodoh yang telah ditakdirkan itu. Waallaahu a'lamu bis shawaab. {abc}

Post a Comment

0 Comments