Subscribe Us

header ads

Inilah Operator Lapangan Kampung Domba NUP

Setelah dua bulan usia tanam, Rumput Gajah yang ditanam di depan Rumah Pergerakan NU Pacarpeluk telah siap dijadikan pakan alami domba. Agar tetap segar saat disuguhkan, secara bertahap mamat menebangnya sesuai dengan kebutuhan pakan harian.

Pria ini bernama lengkap Achmad Nur Hidayat. Dia adalah mitra pengelola Kampung Domba NUP.  Sehari-hari ia berprofesi sebagai tukang bangunan, sedangkan istrinya, Milawati, membuka warung kelontong di depan rumahnya.
Memelihara domba bagi Mamat, demikian panggilan akrabnya, dan istrinya bukanlah hal yang baru. Sebelum menetap di Pacarpeluk, keduanya telah berpengalaman memelihara domba di Makasar dan Malang. Maka ketika mendapat tawaran kemitraan dengan KSU KUBe NUP Pacarpeluk, ia pun menerimanya dengan senang hati, apalagi ia ingin mengembangkan pengalamannya dalam berternak domba. 
Di usianya yang masih muda, Mamat memang memiliki idealisme dalam memelihara ternak. Namun karena keterbatasan jaringan dan pemodalan, ia belum bisa mewujudkannya. 
Di satu sisi KSU KUBe NUP Pacarpeluk hanya juga memiliki idealisme, badan hukum, jaringan dan pemodalan, namun tidak memiliki operator lapangan. Oleh karena itu, kemitraan dua belah pihak ini menjadi simbiosis mutualisme. Bertemunya dua idealisme dan operator lapangan terwadahi dalam Kampung Domba NUP.
Tanam rumput gajah sebagai pasokan pakan Kampung Domba NUP adalah gagasannya. Baginya, pakan alami hijau-hijauan tetaplah makanan favorit domba. Selain itu, hal itu bisa menghemat biaya, apalagi memang ada lahan kosong yang bisa dimanfaatkan.
Lahan kosong yang berada di depan Rumah Pergerakan NU Pacarpeluk dipilih sebagai tempat tanam Rumput Gajah. Sebenarnya lahan ini diperuntukan untuk budidaya tanaman pisang. Dengan pertimbangan intensifikasi, akhirnya di lahan itulah ditanam tanaman pisang dan rumput gajah dengan model tumpang sari. 
Mamat pun mendatangkan bibit rumput gajah dari Malang. Memang rumput gajah yang didatangnya itu berbeda jenis dengan rumput gajah yang ada di Pacarpeluk. Jenis rumput gajah yang didatangnya itu lebih lebar daunnya dan lebih tinggi batangnya, sehingga menghasilkan pakan lebih banyak. 
Dengan adanya persediaan pakan alami ini, Mamat tetap bisa menjalankan profesinya sebagai tukang bangunan tanpa terganggu dengan aktivitas memelihara domba-domba. Sebelum berangkat kerja atau setelah pulang kerja, ia menyempatkan merumput dengan cepat, karena langsung ada rumput yang bisa dipotong lalu dibawa pulang. 
Pertumbuhan rumput gajah dan pohon pisang yang ditanam cepat berkembang. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari adanya pupuk kompos alami hasil kotoran domba. Ada siklus alami yang sangat produktif. Pupuk untuk rumput gajah dan tanaman pisang dihasilkan dari kotoran kamping, sedangkan hasil rumput gajahnya digunakan untuk pakan domba. 
Sementara ini memang pupuk kompos hasil kotoran domba ini masih dimanfaatkan secara intern. Ke depan direncanakan, pupuk kompos itu akan dikemas lebih representatif sehingga bisa bernilai ekonomis dan layak jual. {abc}  

Post a Comment

0 Comments