Subscribe Us

header ads

Meski Tanpa NU Award, Inilah Kampung Nahdliyyin Yang Nyata

Para Pelajar Nahdlatul Ulama Pacarpeluk sedang bershilaturrahmi ke ketua PRNU Pacarpeluk. Mereka berkordinasi untuk pelaksanaan acara Halal Bi Halal dan Rapat Anggota PR IPNU dan IPPNU Pacarpeluk.

Tidak berlebihan jika Pacarpeluk disebut sebagai Kampung Nahdliyyin. Di Desa ini jamaah Nahdliyyin adalah mayoritas, meskipun ada juga LDII, Muhammadiyyah, Shidiqiyyah, Kristen dan Kejawen Abangan. Hal ini ditunjukkan pada amaliyah ubdiyah dan kultur yang ada di desa ini. Dari sisi jam’iyyah, Kepengurusan Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk telah terbentuk dan aktif dalam berbagai pogram. 
Kepengurusan badan-badan otonom pun telah terbentuk dan bergerak. Ada Muslimat NU. Ada Fatayat NU. Ada IPNU. Ada IPPNU dan ada juga GP ANSOR serta PAGAR NUSA.
Semua banom itu telah bergerak dan menggerakkan. IPNU, IPPNU dan PAGAR NUSA adalah banom yang paling aktif. Mereka telah memiliki kegiatan rutin yang eksis, sehingga sangat mewarnai suasana di desa. 
Lembaga-lembaga yang dibentuk oleh PRNU Pacarpeluk juga telah eksis. UPZIS PRNU Pacarpeluk menjadi lembaga pertama yang menjadi cikal bakal kebangkitan PRNU Pacarpeluk. "Gerakan Pacarpeluk Bersedekah" telah sukses menginspirasi banyak pihak untuk bangkit demi kemaslahatan masyarakat. 
Kini PRNU Pacarpeluk sedang menghidupkan Lembaga Pertanian NU. Kepengurusannya telah terbentuk. Program-program aksinya sedang dirancang dan disiapkan dengan sinergi KSU KUBe NUP Pacarpeluk. Ini adalah koperasi yang secara khusus dibentuk oleh PRNU Pacarpeluk dengan dukungan penuh oleh Yayasan Astra Honda Motor (AHM).
Koperasi ini memiliki beberapa unit usaha yang telah berjalan, yaitu: 1. Ternak Domba, 2. Persewaan Scaffolding, 3. Budidaya Pisang, 4. Perdagangan, 5. Kemitraan dengan IKM dalam pengolahan pisang dan 6. Pertanian Semangka. Meskipun secara kelembagaan, koperasi ini terpisah dari struktur PRNU Pacarpeluk, namun keberadaan koperasi ini tidak bisa dipisahkan dari person-person PRNU Pacarpeluk. 
Semangat kewirausahaan berbasis jamaah terus digelorakan oleh PRNU Pacarpeluk. Kader-kader muda NU Pacarpeluk kini ditantang dan difasilitasi untuk menggerakkan dan mengembangkan usaha ekonomi produktif. Salah satu program yang sedang dirancang dengan memberdayakan kaum muda NU adalah jasa pangkas rambut (barbershop) dengan kemasan yang memuaskan. Hal ini terinspirasi dengan banyaknya waralaba barbershop yang ada di mana-mana. Langkah-langkah taktis untuk mewujudkannya sedang digodok oleh tim dengan tetap berpedoman pada pemberdayaan jamaah (sosioprenuership).
Dengan berbagai kiprah dan gerakan ini, maka memang sangat layak jika Pacarpeluk disebut sebagai Kampung Nahdliyyin. Meskipun tanpa adanya NU Award, desa ini benar-benar menggambarkan potret Kampungnya Orang-Orang NU kreatif, inovatif dan toleran karena meskipun warganya majemuk namun Nahdliyyin bisa bersinergi dalam kemaslahatan masyarakat. {abc} 

Post a Comment

0 Comments