Subscribe Us

header ads

Ingkung : Hidangan Khas Majelis Manaqib Syaikh Abdul Qodir al-Jiylani

Hidangan konsumsi untuk jamaah Majelis Manaqib Syaikh Abdul Qodir al-Jiylany dikeluarkan sebelum pembacaan doa permohonan ijabah hajat. Ingkung ayam kampung dalam ngaron atau kuali adalah hidangan khas majelis ini. 

Ingkung adalah salah satu hidangan khas, berupa ayam kampung yang dimasak utuh dan diberi bumbu opor, kelapa dan daun salam. Ingkung ini biasanya diletakkan di atas nasi uduk. Lebih khas lagi, masakan ini dikemas dalam ngaron atau kuali, yaitu semacam panci yang terbuat dari tanah liat.
Dalam majelis Manaqib Syaikh Abdul al-Jiylani, hidangan khas ini selalu disajikan sebagai konsumsi bagi jamaah majelis ini. Setidak-tidaknya praktik inilah yang dilakukan Nahdliyyin Pacarpeluk saat menyelenggarakan majelis ini. Entah bagaimana asal-usulnya, yang jelas hal ini mencerminkan akulturasi antara Islam dengan masyarakat Jawa. 
Setelah dibacakan doa yang dipimpin oleh imam majelis, hidangan khas dengan ukuran jumbo ini kemudian dibagi-bagi secara merata di antara para jamaah. Tidak hanya hidangannya yang dibagi-bagi, ngaron atau kuali yang menjadi wadah makan ini juga dibagi. Ada yang mendapat wadah utama (ngaron) dan ada pula yang mendapat tutupnya (kekep). 
Setelah semua acara selesai, jamaah majelis ini pun pulang dengan senyuman khas, karena membawa hidangan berkat yang khas dengan porsi jumbo.{abc}   

Baca juga!

Permohonan Ijabah Melalui Pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qodir al-Jiylani


Post a Comment

0 Comments