Subscribe Us

header ads

Lebih Dekat Mengenal Rektor UIN Walisongo Semarang

Menteri Agama  RI, H. Lukman Hakim Saifuddin memberi ucapan selamat kepada Prof. Dr. Imam Taufiq M.Ag yang baru saja dilantiknya sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang pada Selasa (23/7/2019) di Operation Room Kemenag RI Jl Lapangan Banteng Barat 3/4 Jakarta Pusat.

Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag yang baru saja dilantik Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang adalah salah satu Santri Jombang yang berprestasi. Ia lahir di lahir di Jombang, Jawa Timur 30 Desember 1972. Kampung halamannya adalah dusun Gempolpait, Banjardowo, Jombang.
Ia terlahir dari pasang suami istri, Abdul Mu’thi dan Nur Hasanah. Ayahnya termasuk salah satu kyai panutan di desa itu yang juga mengajar di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. KH. Abdul Mu’thi juga termasuk penggerak Nahdlatul Ulama di kota santri.
“Seingat saya, dulu ayah saya pernah menjadi ketua MWCNU Jombang dan pernah masuk dalam PCNU Jombang sebagai a’wan.”, tutur Imam Taufiq melalui sambungan telefon.
Karena ayahnya mengajar di pondok itu, Imam Taufiq juga diikutkan mengaji diniyah disana. 
“Kami dulu bareng-bareng ngaji di pondok Denanyar. Pagi kami ke pondok, pulangnya sore.”, tutur Misbahusshudur, teman sekelasnya sejak ngaji dan belajar di MTsN Denanyar hingga belajar ke MAPK Jember.
“Abahnya Imam Taufiq itu kyai yang ahli wiridan dan tirakat”, kenang pak Misbah, panggilan akrab ketua MWCNU Megaluh itu. “Selain itu Imam Taufiq memang cerdas dan rajin”, imbuhnya.
Selain sebagai akademisi di UIN Walisongo, Imam Taufiq juga mengasuh Pondok Pesantren Darul Falah yang dibangunnya bersama isterinya, Dr. Arikhah, M.Ag. Mayoritas santrinya adalah para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang. Dengan rekam jejak itu, sangat wajar jika akhirnya sang Profesor dari Jombang ini mampu meraih jabatan tertinggi di UIN Walisongo Semarang.
“Saya sebenarnya sering ke Jombang, meskipun tidak lama.”, ucap guru besar ini kepada NU Pacarpeluk.
Selain untuk berziarah ke makam abahnya di kota santri ini, Imam Taufiq paling sering singgah ke asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. “Saya sering sowan ke kyai Imam Haromain”, imbuh alumnus MAPK Jember angkatan pertama ini.
Meskipun jabatan Rektor UIN Walisongo ini bagi Imam Taufiq dinilainya sebagai mushibah karena amanah dan tanggung jawab yang sangat besar, namun bagi koleganya sesama alumni MAPK/MAK Jember hal ini adalah prestasi yang membanggakan.
"Mabruuk. Rekor terpecahkan. Beliau adalah Santri Kaliwates pertama yang meraih gelar profesor sekaligus menjabat Rektor PTAIN", kata Ferdian, Santri Kaliwates angkatan sepuluh. 
Bersama almarhum Zayyin Alfi Jihad, Ferdian inilah yang pertama kali mengumpulkan seluruh alumni MAPK/MAK Jember dari berbagai angkatan dalam group WA yang diberi nama Santri Kaliwates. {abc}      

Baca juga!
Profesor Asal Jombang Resmi Dilantik Sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang
Guru Besar UIN Walisongo Mengantarkan Serpihan Hikmah dari Sudut Sekolah
Solidaritas sesama alumni MAPK/MAK Jember atas prestasi Imam Taufiq.

Post a Comment

0 Comments