Subscribe Us

header ads

Testimoni GM Corcom Astra Honda Motor atas Buku Pak Guru Nine


Ahmad Muhibbuddin, berkacamata dan mengendarai Phantom, mengapresiasi terbitnya "Serpihan Hikmah dari Sudut Sekolah" yang ditulis oleh Nine Adien Maulana, Ketua PRNU Pacarpeluk.

Judul di atas mungkin menimbulkan tanda tanya pembaca, “Apa hubungannya buku ini dengan Astra Honda Motor, hingga salah seorang General Managernya memberikan testimoni?”
Perkenalan penulis buku "Serpihan Hikmah dari Sudut Sekolah" dengan Astra Honda Motor diawali dari apresiasi perusahaan sepeda motor ini kepada PRNU Pacarpeluk yang dinilai telah mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat melalui Gerakan Pacarpeluk Bersedekah. Apresiasi itu diwujudkan dalam bentuk dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk merealisasikan program Desa Sejahtera.  
Inilah awal perkenalan dan komunikasi intensif Nine Adien Maulana, ketua PRNU Pacarpeluk dengan Ahmad Muhibbuddin, GM Corporate Communication Astra Honda Motor. Dari sinilah pak Guru Nine mengetahui bahwa latar belakang Sang GM itu adalah seorang jurnalis, sehingga sangat akrab dengan dunia literasi. Tak jarang ia pun sering memberikan koreksi redaksional terhadap pemberitaan yang dimuat dalam nupacarpeluk.com.
Awalnya alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini enggan memenuhi permintaan ketua PRNU Pacarpeluk ini untuk memberi kata pengantar, endorsement apalah istilah lainnya. Bukan karena tidak mampu merangkai kalimat secara tertulis, namun ia merasa kurang proposional dalam hal ini. 
Ketika Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, MAg dan Dr. KH. M. Afifuddin Dimyathi, Lc. MA telah memberikan kalimat pengantar, secara persuasif pak Guru Nine mengatakan, "Njenengan cukup memberikan kalimat testimoni saja mas". Rayuan itu pun berhasil. Dalam hitungan menit sang Panglima Komunikasi AHM ini telah menyelesaikan tulisan testimoninya dengan judul "Berburu Insight dari Pak Guru Nine". 
Walhasil, lengkap sudah tulisan-tulisan yang mengantarkan pembaca menuju kandungan "Serpihan Hikmah dari Sudut Sekolah". Ada kyai-intelek dan intelek-kyai. Ada pula praktisi profesional. Semuanya bersama-sama mengantarkan pembaca untuk menggali hikmah subyektifnya atas teks yang dirangkai oleh Pak Guru Nine. {abc}  


Post a Comment

0 Comments