Subscribe Us

header ads

Cuklak, Gejik dan Icir di Lahan Pertanian Semangka NU Pacarpeluk

Lahan Pertanian Semangka KUBe NUP Pacarpeluk yang mulai diolah dengan cara dicuklak, digejik dan diicir benih semangka. 

NU Pacarpeluk terus berusaha membangkitkan potensi ekononi di sekitarnya menjadi kegiatan sociopreneur yang ditangani secara khusus oleh KSU KUBe NUP Pacarpeluk. tujuannya tetap sama yakni menghidupi jamaah dan jam'iyyah. Pada musim kemarau pasca panen padi tahun ini, pertanian semangka menjadi salah unit usaha yang dikelola langsung oleh koperasi ini.
Setelah mendapatkan jamaah yang siap menjadi mitra pengelolanya, koperasi yang diinisiasi oleh para penggerak NU Pacarpeluk ini menggarap lahan pertanian semangka seluas banon 400 (5600 meter persegi). Mitra pengelola utamanya adalah Fatoni, kader penggerak NU Pacarpeluk dari dusun Peluk. Sedangkan lahan pertaniannya adalah milik H. Syamsul Huda, bendahara PRNU Pacarpeluk yang telah disewa oleh KSU KUBe NUP Pacarpeluk selama musim tanam semangka ini. 
Setelah padi di lahan ini dipanen, Fatoni menggerakkan para pekerja untuk segera mengolahnya, yaitu cuklak, gejik dan icir. Cuklak adalah membuat lobangan di tanah dengan menggunakan cangkul atau gancu. Gejik adalah membuat liang kecil di lobang hasil cuklakan untuk diisi dengan benih semangka dan pupuk kandang. Aktivitas gejik dilakukan dengan menggunakan tongkat kayu yang ujungnya dilancipkan. Icir adalah memasukkan benih ke dalam liang hasil gejikan itu, sekaligus menutupnya dengan pupuk kandang itu. 
Proses baru dimulai. Masih ada banyak kegitan yang harus dilakukan secara intensif untuk pembudidayaan pertanian selama sekitar 60 hari. Biaya, tenaga dan pikiran yang cukup diperlukan untuk memaksimalkan ikhtiar mulia ini. 
Semoga ikhtiyar maksimal ini berbuah dengan hasil maksimal, sehingga upaya upaya menghidupi jamaah dan jam'iyyah tidak sekadar retorika indah belaka. {abc}

Post a Comment

0 Comments