Subscribe Us

header ads

Ingat Kemerdekaan, Ingat Jas Merah dan Jas Hijau!

NU Pacarpeluk memasang spanduk banner ini dengan maksud mengingatkan bangsa Indonesia bahwa Ulama memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Spanduk banner NU Pacarpeluk untuk menyemarakkan Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-74 telah terpasang. Materi utamanya adalah pesan, “Kemerdekaan ini tidak bisa dipisahkan dari jasa ulama”. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia tidak melupakan jasa ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Dalam spanduk itu juga dicantumkan #jasmerah yang merupakan singkatan dari "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Menurut A. H. Nasution, Jasmerah adalah judul yang diberikan oleh Kesatuan Aksi terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno. Presiden memberi judul pidato itu dengan Karno mempertahankan garis politiknya yang berlaku "Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah"
Selain #jasmerah, di spanduk itu juga tercantum #jashijau. Kepanjangan jashijau adalah "Jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama". Istilah ini dicetuskan oleh Partai Kebangkitan Bangsa beberapa tahun yang lalu. 
Dua tagar ini bagi NU Pacarpeluk sangat relevan diangkat kembali dalam suasana Agustusan ini, tanpa menafikan tema resmi yang ditetapkan pemerintah, yakni "SDM Unggul Indonesia Maju. Sejarah telah membuktikan bahwa memang kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia ini tidak bisa dipisahkan dari peran dan jasa ulama. 
Sebelum adanya Tentara Nasional Indonesia, para kyai telah membentuk laskar perjuangan dari para santri. Merekalah yang berjuang dan berperang melawan penjajah. Laskah Hizbulloh yang dikomandoi oleh KH. A. Wahab Hasbullah adalah salah satu contohnya. 
Atas dasar itulah NU Pacarpeluk perlu mengangkat isu ini kembali. Setidak-tidaknya hal ini menjadi pengingat bagi kaum Nahdliyyin bahwa kyai-kyai dan ulama pesantren punya andil besar dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Perang 10 November 1945 di Surabaya adalah sejarah bukti nyata peran dan jasa ulama, maka sangat tidak elok jika dalam memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-74 kita melupakan peran dan jasa ulama. {abc}     

Post a Comment

0 Comments