Subscribe Us

header ads

Inilah Perkembangan Tanaman Semangka Kami di Usia 15 Hari

Para pekerja menyirami tanaman semangka sekaligus menyulami tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan bibit baru yang telah disemaikan di media khusus yang dibuat di rumah.

Rabu sore, 14 Agustus 2019 suasana di lahan pertanian semangka desa Pacarpeluk tampak ramai. Banyak warga melakukan aktivitas pemeliharaan tamanan semangka mereka di lahan masing-masing. Ada yang menyirami. Ada yang menghancurkan bongkahan tanah menjadi butiran tanah (kriwil). Ada juga yang menyulami tanaman semangka.  
Di lahan tanam semangka dikelola NU Pacarpeluk melalui KSU KUBe NUP Pacarpeluk  juga ada 3 orang yang sedang memantau perkembangan tanaman semangka yang telah berusia lima belas hari itu. Batangnya telah memanjang sekitar 5 cm. Daunnya mulai tumbuh 2-3 helai, sehingga tanaman itu sudah tampak jika dilihat dari jarak 3-5 meter.
Di usia ini para mitra pengelola usaha ini secara intensif memantau perkembangannya. Tiap hari mereka mengamati lobangan tanah tempat tanam benih semangka itu. Jika ada yang mati atau rusak maka mereka akan menyulaminya dengan benih yang telah tumbuh dalam semaian yang dibuat di rumah. Sambil menyulami, mereka menyirami tanaman semangka itu dengan air seukuran gelas plastik air minum kemasan. 
Proses baru berlangsung seperempat perjalanan usia tanaman itu. Perjalanan usaha ini masih panjang. Ikhtiyar dan doa secara maksimal dilakukan, dengan harapan hasil akhir juga maksimal. {abc}

Post a Comment

0 Comments