Subscribe Us

header ads

Makin PeDe Jadi Wong NU

Sholikul Hadi, salah satu jamaah NU Pacarpeluk makin percaya diri dengan identitas jam'iyyahnya. Sepanjang bulan Agustus ia memasang bendera Merah Putih dan bendera NU di depan rumahnya.  

[Jombang, NUP] - April 2017 benar-benar menjadi awal kebangkitan Nadlatul Ulama (NU) Pacarpeluk, baik dari sisi organisasi (jam’iyyah) maupun dari sisi warga (jamaah). Meskipun organisasinya belum bisa bergerak secara ideal, namun eksistensinya sudah tampak hidup. Hal ini ditandai oleh hadirnya NU Pacarpeluk baik secara langsung maupun melalui media massa dan simbolis dalam berbagai kegiatan. Selain itu eksistensi badan-badan otonom NU Pacarpeluk dengan berbagai kreativitas makin menguatkan hidupnya jam'iyyah NU Pacapeluk setelah sekian lama mati suri.
Bangkitnya NU Pacarpeluk dengan berbagai aksi memberi efek luar biasa kepada warga. Mereka semakin kenal jam'iyyah ini dan makin percaya diri mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari jamaah NU Pacarpeluk. 
Saat Pengurus Ranting NU Pacarpeluk memasang bendera merah putih dan bersandingan dengan bendera NU sepanjang bulan Agustus yang lalu, jamaah NU Pacarpeluk, khususnya yang rumahnya di tepi jalan utama desa, sangat antusias memasangnya. Mereka dengan senang hati ketempatan bendera NU itu di depan rumahnya. Selama sebulan dua merah itu pun berkibat di depan rumahnya. 
Tidak hanya itu, dalam berbagai kesempatan kini mudah ditemui warga Pacarpeluk yang memakai baju atau kaos dengan identitas NU. Mereka membeli baju dan kaos itu di Rumah Kaos NUP. Dengan percaya diri mereka mengenakannya, sehingga menguatkan kesan hidupnya jam'iyyah dan jamaah NU Pacarpeluk. 
Kepercayaan diri jamaah juga tidak bisa dipisahkan dari kreativitas NU Pacarpeluk dalam menggerakkan kewirausahaan melalui KSU KUBe NUP Pacarpeluk. Koperasi yang dibina langsung oleh Yayasan Astra Honda Motor ini makin menampakkan eksistensinya baik secara lokal maupu regional. Unit-unit usaha yang dijalankannya telah diketahui oleh khalayak, sehingga makin meningkatkan kepercayaan diri jamaah yang sebenarnya sudah muncul sejak lama, namun baru baru berani diungkapkan secara terang-terangan saat jam'iyyah ini mulai bangkit di Pacarpeluk. 
Kebanggaan dan kepercayaan diri sebagai Wong NU tidak cukup sekadar tampilan luar. Kiprah khidmat menghadirkan kemaslahatan bagi jamaah dan jam'iyyah jauh lebih besar manfaatnya. Oleh karena itu, maka kesadaran pentingnya berjam'iyyah bagi jamaah NU Pacarpeluk perlu diarahkan kepada karya nyata yang sinergi dengan usaha produktif mereka, sehingga sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian jamaah dan jam'iyyah. {abc} 

Post a Comment

0 Comments