Subscribe Us

header ads

Mengangkat Kemuliaan Nahdlatul Ulama di Ajang Krenova

Tim Juri Krenova 2019 dan Tim Bappeda Kab. Jombang mengabadikan kebersamaan dengan nominator setelah usainya presentasi di Rumah Pergerakan NU Pacarpeluk.

Sejak awal keikutsertaanya dalam event anugerah Krenova tahun 2017, Nine Adien Maulana mengungkapkan motivasinya mengangkat kemuliaan nama Nahdlatul Ulama di tingkat birokrasi Pemerintah Kabupaten Jombang. “Saya merasa eman, jika di even bergengsi ini NU tidak eksis di dalamnya. Makanya saya nekat mengikutinya dengan menegaskan eksistensi jam’iyyah ini dalam proposal saya”, ungkap penulis buku Serpihan Hikmah dari Sudut Sekolah yang baru dilaunching Agustus 2019.  
Saat itu, baginya, meraih kemenangan di even unjuk kreativitas dan inovasi masyarakat Jombang bukanlah hal yang utama. Apalagi, tema yang diangkatnya saat itu terlalu dipaksakan mendekati tema yang dikehendaki oleh Bappeda Kab. Jombang. 
Ia memang berusaha keras mendekat-dekatkan apa yang dilakukan di NU Pacarpeluk dengan tema anugerah Krenova saat itu. Di luar dugaan, ternyata tim juri tetap mengapresiasinya dengan menempatkannya di juara harapan 3. 
Masih sama dengan motivasi sebelumnya, di event anugerah Krenova tahun 2019, kader penggerak NU Pacarpeluk ini kembali maju berkompetisi. Jika pada tahun 2017 ia mengangkat tema best practice pengelolaan koin sedekah NU Pacarpeluk, maka pada anugerah Krenova 2019 ini, guru Pendidikan Agama Islam SMAN 2 Jombang ini mengangkat best practice program sociopreneur NU Pacarpeluk. 
Melaui event ini Bapak tiga anak ini ingin membuktikan bahwa NU sebagai jam'iyyah bisa digerakkan sinergis dalam kegiatan kewirausahaan. Inilah yang disebutnya sebagai sociopreneur di hadapan para juri saat melakukan fact finding di Rumah Pergerakan NU Pacarpeluk, Jumat, 6 September 2019. "Hal ini sebenarnya sederhana kok dan bisa dilakukan oleh para kader penggerak NU meskipun di jenjang kepengurusan paling bawah.", tegasnya.  
Nine juga menambahkan bahwa kegiatan sociopreneur diyakini merupakan ikhtiyar nyata menuju kemandirian jamaah dan jam'iyyah. Kedua pihak akan mendapatkan manfaat dan keuntungan nyata dalam kegiatan ini tanpa terombang-ambing oleh dinamika politik. Jika peran ini bisa dimainkan oleh jam'iyyah, maka meskipun tanpa doktrin dan sikap fanatis keNUan, jamaah akan makin bangga mengidentifikasinya sebagai Wong NU. {abc}

Baca juga!

Sosiopreneur NUP Pukau Juri Krenova 2019


Buku Nominator Krenova Ini Memikat Perhatian Tim Juri

Post a Comment

0 Comments