Subscribe Us

header ads

Menilik Hasil Kampung Domba NUP

Semua stok domba yang dipelihara di kandang ini telah habis laku terjual pada musim Kurban Idul Adha 1440 H yang lalu. Putaran pemeliharaan domba berikutnya belum dimulai, karena masih menunggu waktu dan kesempatan yang paling tepat.

Pemeliharaan dan penggemukan domba adalah salah satu unit usaha KSU KUBe NUP Pacarpeluk. Unit usaha ini dibranding “Kampung Domba”, karena ada banyak warga Pacarpeluk yang juga memelihara domba. Dengan branding ini, KSU KUBe NUP Pacarpeluk berharap bisa menghimpun para peternak domba itu untuk bisa bersinergi.
Usaha ini dilakukan dengan model kemitraan bagi hasil. KSU KUBe NUP Pacarpeluk bermitra dengan Ahmad Nur Hidayat warga dusun Peluk, Pacarpeluk. KSU KUBe NUP Pacarpeluk bertindak sebagai pihak pemberi modal yang membiayai pengadaan kandang, domba, dan pakannya. Ahmad Nur Hidayat dan istrinya, Milawati, bertindak sebagai pihak pengelolanya.
Usaha ini dimulai dengan pendirian kandang pada pertengahan bulan November 2018. Kandang itu baru terisi domba pada 1 Desember 2018. KSU KUBe NUP Pacarpeluk membeli 11 Ekor Domba (10 ekor pejantan dan 1 ekor betina yang sedang hamil) dengan harga total Rp. 10.287.000,00 (Sepuluh Juta Dua Ratus Delapan Puluh Tujuh Ribu Rupiah).
Awalnya usaha ini dimaksudkan untuk penggemukan agar siklus pemeliharaannya lebih singkat (sekitar 3 bulanan). Namun karena harga jual domba menurun, maka domba-domba itu dipertahankan hingga menunggu musim kurban Idul Adha 1440 H agar harga jual lebih menguntungkan.
Pada musim kurban Idul Adha itu semua stok terjual. Satu ekor domba dijual lebih awal karena mengalami kecelakaan, yaitu terperosok di antara pilar kandang sehingga kakinya patah. Domba ini kemudian dijual dan laku dengan harga Rp.400.000,00 (Empat Ratus Ribu Rupiah)
Sembilan ekor domba pejantan lainnya laku untuk kebutuhan ibadah kurban jamaah. Hasil semuanya adalah Rp. 19.700.000,00 (Sembilan Belas Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), sedangkan domba betina dengan anaknya laku terjual dengan harga Rp. 800.000,00 (Delapan Ratus Ribu Rupiah). Dengan demikian total hasil penjualan semua stok domba adalah Rp.20.500.000 (Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).   
Biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan kandang, perlengkapan, pakan dan obat-obatan selama 9 bulan adalah 19.509.000,00 (Sembilan Belas Juta Lima Ratus Sembilan Ribu Rupiah)
Sesuai akad yang telah disepakati bersama antara KSU KUBe NUP Pacarpeluk dengan mitra operator Kampung Domba, prosentasi bagi hasilnya adalah 75% untuk pemodal dan 25 % untuk mitra operator. Pemodal menanggung semua pembiayaan termasuk pakannya, sedangkan mitra operator berkewajiban memeliharanya.
Dari hasil penjualan semua domba itu, mitra operator mendapat bagian 2.500.000,00 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), sedangkan KSU KUBe NUP Pacarpeluk dapat menyisakan Rp. 18.000.000,00 (Delapan Belas Juta Rupiah). Secara kuantitatif berdasarkan perolehan hasil, maka KSU KUBe NUP Pacarpeluk belum bisa mendapatkan hasil atau masih rugi sedikit. Namun jika dikalkulasi dengan semua aset yang ada maka dapat dikatakan usaha ini masih mendapat untung.
Aset yang masih ada adalah kandang yang masih layak, pakan rendeng kangkung sekitar 2 kwintal dan 3 drum tempat pakan. Selain itu, ada lagi aset kualitatif yang dimiliki koperasi ini, yaitu pengenalan publik terhadap eksistensi unit usaha yang dikelolah oleh jamaah NU Pacarpeluk ini. Selain itu relasi dengan banyak pihak baik instansi pemerintahan maupun swasta telah terjalin melalui unit usaha ini. Ini telah menjadi keuntungan tersendiri bagi koperasi yang belum genap setahun baru beroperasi.
Dengan modal pengalaman dan aset yang telah ada ini, Kampung Domba ini pada putaran berikutnya, insyaallah akan bisa secara kuantitatif mendapatkan keuntungan yang lebih daripada putaran sebelumnya. Semoga. {abc}  

Post a Comment

0 Comments