Subscribe Us

header ads

Dari Sudut SMA Negeri Ploso Materi Buku Ini Dirangkai

Penulis Serpihan Hikmah dari Sudut Sekolah menghadiahkan karya tulisnya kepada H. Sholeh, M.Pd. Kepala SMA Negeri Ploso.

[Ploso, NUP] - Setelah tiga tahun mengajar di SD Islam Roushon Fikr Jombang, terhitung mulai tanggal 1 April 2006, Nine Adien Maulana ditetapkan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dengan tugas sebagai Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Ploso. Di tempat pengabdian yang baru inilah lembaran perjalanan sebagai guru dilanjutkan dengan obyek yang dihadapi berbeda. Sebelumnya, ia menghadapi murid yang masih kanak-kanak, di sekolah baru ini alumnus MAPK/MAKN Jember ini menghadapi murid yang telah memasuki masa remaja.
Model interaksi dan komunikasi penggerak NU Pacarpeluk ini dengan murid remaja jelas tidak lagi seperti saat mengajar murid kanak-kanak. Mereka bisa langsung diajak memikirkan konsep-konsep global secara rasional, tanpa harus menerjemahkannya secara kongkret. Mereka kritis berfikir dan tidak suka menerima dogma apa adanya. Oleh karena itu, dialog dan renungan bersama menjadi sarana menyampaikan hikmah kepada mereka.
Dinamika yang berlangsung di sekolah ini selalu menarik untuk dicermati, direnungkan, dan ditulis. Interaksi pak Guru Nine dengan murid-murid dan sesama guru selalu mendorong semangat untuk menuliskannya. Sudut sekolah ini pun menjadi saksi baginya saat mencermati, merenungkan dan menuliskannya dengan maksud menggali hikmah dan menyebarkannya kepada masyarakat luas.
Sudut sekolah ini yang paling favorit menjadi tempat menulis dan menggali hikmah adalah ruang guru, khususnya di sudut yang paling dekat dengan stop contact sumber daya listrik. Alumnus IAIN SUnan Kalijaga ini menulis sebagai respon banyak hal yang dihadapinya. Ada kalanya tulisan itu berisi jawaban atas pilihan sikap yang ia ambil. Ada kalanya tulisan itu merespon materi pembelajaran yang ia sampaikan. Ada juga tulisan yang dibuatnya untuk merespon perilaku murid-murid dan pertanyaan-pertanyaan mereka.
Gaya bahasa yang digunakan oleh ketua PRNU Pacarpeluk ini lebih langsung dan tegas. Hal ini tentu agak berbeda dengan gaya bahasa yang ia gunakan pada bagian sebelumnya. Meskipun demikian, tujuannya sama. Penulis buku ini tetap ingin menghadirkan hikmah yang diperolehnya untuk bisa disebarluaskan kepada orang lain.
Meskipun materi buku ini dimaksudkan untuk menggali hikmah, namun pak Guru Nine memberi kebebasan kepada pembaca untuk menyimpulkan sendiri makna apa diperoleh dari bacaan itu.  “Saya tidak ingin memaksa pembaca memahami dan memperoleh hikmah sama seperti pemahaman saya. Bisa jadi pembaca mendapatkan pemahaman dan hikmah yang lebih dalam daripada apa yang sekadar saya tulis ini.”, ucapnya saat memberikan keterangan kepada media ini.
Ia menambahkan, “Tulisan ini hanya sekadar pemicu, karena pembaca memiliki kebebasan dalam merespon atau mengapresiasinya.”
Penasaran bagaimana isi buku yang ditulis dari sudut-sudut sekolah ini? Segera dapatkan bukunya di CV Bawana Kayana atau KSU KUBe NUP Pacarpeluk dengan menghubungi 085655340317 atau klik tautan ini! {abc}

Baca juga!

Post a Comment

0 Comments