Subscribe Us

header ads

Menangguk Untung dari Pertanian Semangka Ini

Pada musim kemarau 2019 KSU KUBe NUP Pacarpeluk pertama kali merintis unit usaha pertanian semangka di lahan seluas 5600 meter persegi (banon 400).

[Peluk, NUP] – Pacarpeluk memiliki lahan pertanian produktif yang sangat luas. Dalam setahun, lahan ini bisa ditanami sebanyak tiga kali musim tanam, yakni dua kali tanam padi dan sekali tanam semangka dan sejenisnya pada musim kemarau.
Dulu jarang ada warga desa ini yang memanfaatkan lahannya pada musim kemarau. Lahan mereka banyak disewa oleh petani dari luar desa. Setelah mengetahui bahwa hasil pertanian buah semangka cukup menjanjikan, kini lahan-lahan itu lebih banyak digarap sendiri oleh warga Pacarpeluk.
Tiap musim kemarau, warga desa ini sangat antusias mengupayakan peruntungan melalui pertanian semangka. Selain karena usia tanamnya relatif singkat, yakni 60-70 hari, harga jualnya juga lebih menggiurkan.
Di lahan seluas 1400 meter persegi (banon 100) petani bisa menanam biji semangka di 1300 lubang. Rata-rata tiap batang menghasilkan dua buah. Berat tiap buah rata-rata 4 kilo gram. Harga jual buah semangka perkilo Rp. 2.000-2.800. Total biaya yang dibutuhkan Rp. 3.500.000.
Andai hanya 1000 tanaman yang hidup dan tiap tanaman hanya ada 1 buah dengan berat minimal 4 kilo gram dengan harga jual minimal Rp. 2.0000/kg, maka petani telah bisa mendapatkan hasil kotor Rp. 8.000.000. Ini adalah berdasarkan perhitungan paling rendah dalam keadaan normal.       
Apa yang ada di Pacarpeluk ini tentu menjadi potensi ekonomi tersendiri bagi masyarakatnya. Andai lembaga-lembaga ekonomi yang ada di desa ini bisa menangkap peluang ini dan membuat jejaring pemasaran produk, tentu kemanfaatannya akan jauh lebih meningkat daripada tergantung kepada tengkulak buah yang datang ke desa ini.
KSU KUBe NUP Pacarpeluk sebagai lembaga ekonomi yang masih baru ingin memanfaatkan peluang dan potensi ekonomi itu. Langka pertama yang ditempuh oleh koperasi ini adalah dengan ikut menanam semangka sendiri. Pada musim kemarau tahun 2019 ini KSU KUBe NUP Pacarpeluk ikut menyelenggarakan usaha pertanian semangka seluas banon 400 (5600 m2). 
Meskipun mengalami kendala, namun usaha yang dilakukan oleh koperasi ini masih membuahkan hasil. Semuanya telah terjual dengan model borongan seharga Rp. 21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Hasil bersihnya tersisa Rp. 7.500.000,- (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang akan dibagi antara pihak koperasi dengan petani mitra secara merata sebesar 50%-50%. Andai koperasi dan petani mitra bisa menjualnya dengan model timbangan sebagaimana perhitungan di atas, tentu hasilnya lebih banyak lagi.
Pada musim pertanian semangka tahun depan KSU KUBe NUP Pacarpeluk akan berusaha bisa menjual hasil dengan model timbangan atau membuat  jejaring pemasaran secara mandiri dan terpadu. Memang hal ini tidaklah semudah membalikkan tangan. Namun hal ini harus dimulai agar penghasilan koperasi ini semakin meningkat dengan semangat berjamaah. {abc}

Post a Comment

0 Comments