Subscribe Us

header ads

Meski Banyak Kendala, Mereka Tetap Mensyukuri Hasil Usaha

Setelah menyirami tanaman semangka dengan pupuk yang dicairkan, di tengah sawah itu Fatoni dan Umi Kulsum menikmati sarapan yang dibawanya dari rumah. Meskipun tahun ini hasil pertanian semangka tidak semaksimal tahun lalu, pasangan suami isteri ini tetap bersyukur dengan hasil usahanya bermitra dengan KSU KUBe NUP Pacarpeluk. 

[Peluk, NUP] - Petani ini bernama Fatoni. Istrinya bernama Umi Kulsum. Keduanya adalah jamaah NU Pacarpeluk.
Pasangan suami isteri ini adalah petani mitra KSU KUBe NUP Pacarpeluk yang menjalankan usaha pertanian semangka musim kemarau 2019 ini.
Mereka menggarap lahan seluas banon 400 dengan model kemitraan dengan koperasi ini. Selain itu, mereka juga menggarap lahan untuk tanaman semangka secara mandiri seluas banon 350.
Pertanian semangka pada musim kemarau tahun ini memang mengalami banyak kendala. Serangan ulat geni yang mamakan daun, gejala brendel (daun mengkerut) dan serangan tikus yang merusak batang dan buah adalah ragam kendalanya. Hasilnya tentu tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada juga yang sampai gagal total.
Kendala dan bahkan kegagalan pada musim ini tidak menyebabkan petani putus asa. Mereka tetap optimis berhasil pada musim berikutnya. Bagi mereka, hal ini adalah dinamika usaha mencari rezeki. "Jika tidak berhasil di usaha ini, insyaallah pasti akan diganti di waktu dan tempat lain.", ucap Fatoni sambil menikmati sarapan yang dibawakan istrinya. 
Meskipun banyak kendala, usaha pertanian yang dijalani oleh pasangan suami isteri ini tetap membuahkan hasil. "Alhamdulillah, ini adalah rezeki yang harus disyukuri. Semoga tahun depan bisa berhasil lebih baik lagi.", ucapnya penuh syukur dan pengharapan. 
Kemitraan usaha pertanian semangka ini baru pertama kali dilakukan oleh KSU KUBe NUP Pacarpeluk secara penuh. Tahun lalu, koperasi ini masih melalukan usaha pemodalan kepada jamaah NU Pacarpeluk. Dengan pengelolaan penuh semacam ini pengalaman, reputasi dan jejearing serta aksi koperasi ini semakin meningkat. Ini adalah modal luar biasa bagi koperasi yang masih berusia setahun ini untuk mengembangkan jejaring, sehingga ke depan koperasi ini bisa lebih luas berperan dalam meningkatkan produktivitas dan kesejateraan anggotanya. Setidak-tidaknya, kelak para petani semangka tidak lagi terombang-ambing fluktuasi harga yang dimainkan oleh para tengkulak. {abc} 

Post a Comment

0 Comments