Subscribe Us

header ads

Menghidupi Jamaah dan Jam'iyyah dengan Pisang

Musim penghujan menjadi berkah tersendiri bagi KSU KUBe NUP Pacarpeluk, karena tanaman pisang menjadi salah satu unit usahanya mulai berkembang dan berbuah.  


[Pacarpeluk, NUP] - Pertanian pisang adalah salah satu unit usaha KSU KUBe NUP Pacarpeluk, yaitu koperasi yang didirikan dengan semangat untuk menghidupi jamaah dan jam’iyyah NU Pacarpeluk. Unit usaha ini diselenggarakan di lahan yang berada di samping Rumah Pergerakan NU Pacarpeluk.
Ada dua jenis pisang yang ditanam, yaitu pisang Raja dan pisang Kepok. Di lahan ini pohon pisang ditanam dengan model tumpangsari. Lahan kosong di antara pohon pisang ditanami rumput gajah yang bibitnya yang berasal dari Malang. Rumput gajah ini ditanam sebagai pasokan pakan domba yang juga menjadi unit usaha koperasi ini. 
Setelah sekitar setahun sejak ditanam, kini pohon-pohon pisang itu sudah mulai berbungah (Jawa: Ngontong) dan berbuah. Perkembangan ini mulai tampak di awal musim penghujan awal Januari 2020. 
Di antara pohon pisang itu ada bibit jenis pisang Raja yang istimewa karena langkah dan banyak yang memburunya. Pisang ini dikenal dengan sebutan Pisang Sangkal. Harga jualnya tentu jauh lebih mahal daripada pisang Raja lainnya. Jika harga pisang Raja per tandan sekitar Rp. 100.000,-, maka harga Pisang Sangkal bisa mencapai dua kali lipatnya.
Memang usia tanam hingga panen pisang cukup lama, sekitar setahun, namun perawatannya mudah dan bisa menjadi unit usaha yang digerakkan oleh para penggerak NU di pedesaan. Ini adalah cara sederhana menggerakkan jam'iyyah secara kreatif dan produktif. Jika usaha ini dilakukan dengan model kemitraan dengan jamaahnya, maka tentu hasilnya juga bisa dinikmati oleh jamaah. 
Memang sebagaian besar NU di tingkat Ranting tidak memiliki aset, namun dengan bermitra dengan jamaahnya melalui cara sederhana dan produktif, maka jamaah dan jam'iyyah akan bergerak secara produktif. Mungkin secara kwantitatif, hasilnya belum seberapa dibandingkan dengan sumbangan dari jamaah, namun cara seperti ini pasti jauh lebih produktif sehingga terjaling relasi saling menghidupi jamaah dan jam'iyyah. [abc] 

Post a Comment

0 Comments