Subscribe Us

header ads

PERGUNU Setara dengan Orprof Guru Lainnya

Para kader penggerak PC PERGUNU Jombang bersama para kadernya bersemangat mengembangkan keprofesiannya melalui organisasi ini.


[Tambakeras, NUP] - Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Jombang melakukan konsolidasi kepada para kadernya yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jombang. Konsolidasi ini dikemas dalam bentuk Pelatihan Guru dengan tema Merdeka Belajar dan Penguatan Pendidikan Karakter (Ahad, 23/2/2020).
Pelatihan yang diselenggarakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini dipandu langsung oleh dua Instruktur Nasional Kementerian Agama RI, M. Sholahuddin dan Mamik Rosita. Keduanya juga merupakan kader terbaik PERGUNU Jombang.
Di depan peserta pelatihan, S. Arifin menegaskan bahwa eksistensi PERGUNU adalah sejalan dengan amanat undang-undang guru dan dosen. “PERGUNU adalah legal dan setara dengan organisasi profesi (orprof) guru lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah tidak boleh menganakemaskan salah satunya dan menganaktirikkan yang lain.”, ucapnya dengan tegas.
Ketua PC PERGUNU Jombang ini menambahkan bahwa sangat wajar dan merupakan suatu keniscayaan jika guru-guru yang berlatarbelakang keluarga NU bergabung dalam organisasi ini. “Mari kita bergerak di PAC masing-masing menuju guru NU yang profesional, sejahtera dan tetap setia mengamalkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.”, ajaknya kepada para guru sambil menyitir visi PERGUNU.
Jika guru NU telah bergerak dalam PERGUNU, maka eksistensi organisasi ini harus terus dipelihara. “Kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat. Oleh karena itu PERGUNU harus hadir dalam segala momentum di bidang pendidikan.”, kata Sururi saat memberi kata sambutan. Ketua PW PERGUNU Jawa Timur ini sangat mengapresiasi terselenggaranya acara pelatihan ini, apalagi sekaligus menjadi konsolidasi organisasi.
Kesetaraan antar sesama organisasi profesi guru ini memang masih perlu terus disosialisasikan kepada semua guru dari berbagai jenjang. Selama ini mayoritas guru menganggap hanya ada satu organisasi prefesi guru yang diakui oleh Pemerintah. Organisasi-organisasi profesi guru lainnya yang relatif baru berdiri seolah dianggap sebagai kurang resmi, sehingga guru-guru ragu bergabung untuk mengembangkan diri di dalamnya. Hal ini tentu tidak baik baik ekosistem pendidikan. 

Acara pelatihan guru ini didukung penuh oleh Yayasan PPBU Tambakberas dan dzuriyah muassis NU di sini. NU dan pondok pesantren Tambakberas tidak bisa dipisahkan karena pendiri pondok pesantren ini juga merupakan pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama, yaitu KH. A. Wahab Hasbullah. {abc}  

Baca juga!
Guru NU Harus Adaptif dengan Perubahan

Lapak NUP Semarakkan Arena Pelatihan Guru NU

Post a Comment

0 Comments