Subscribe Us

header ads

Jangan Mudik, Daripada Dikarantina

Bidan Desa Pacarpeluk, Ery Purwanti, melaporkan miningkatnya jumlah warga yang masuk kategori Orang Dalam Risiko (ODR) Covid-19 saat rapat kordinasi pencegahan penyebaran virus Corona. 


[Pacarpeluk, NUP] – Himbuan Pemerintah Pusat agar masyarakat tidak melakukan mudik lebaran diikuti oleh Pemerintah Desa Pacarpeluk dengan membuat kebijakan karantina selama 14 hari bagi siapa saja yang nekat mudik ke desa ini. “SDN Pacarpeluk akan dijadikan sebagai tempat karantinanya. Selama masa karantina itu, keluarganya yang wajib mengirim konsumsinya.”, jelas Bambang Suirman.
Kepala Desa Pacarpeluk ini meminta semua warganya yang memiliki anggota keluarga di luar kota agar melarangnya mudik kampung pada Idul Fitri tahun ini. “Pulang kampung pada masa pandemi Corona saat ini, malah akan merepotkan kita semua. Lebih baik jangan pulang kampung dulu pada lebar ini.”, ucapnya di hadapan peserta rapat kordinasi pencegahan penyebaran virus corona di Balai Desa Pacarpeluk (Ahad, 5/4/2020).
Sebagai gantinya warga diminta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam menjalin shilaturrahmi dengan anggota keluarganya yang berada di luar kota. “Silakan gunakan WA atau Video Call untuk bershilaturrahmi.” ucap Suirman.
Sikap tegas ini diambilnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, apalagi Jombang telah ditetapkan oleh Bupati sebagai keadaan darurat Covid-19. Jika ada warga yang membandel dalam hal ini maka risikonya adalah mereka akan dikarantina baik ketika masuk desa tujuan maupun saat kembali ke tempat asalnya. "Mereka terpaksa akan dikarantina dua kali.", imbuhnya.
Untuk memudahkan kerja para relawan dan perangkat desa, beberapa ruang kelas SDN Pacarpeluk akan dijadikan sebagai ruang karantina dan isolasi. Posko Terpadu Desa juga akan dipusatkan di area sekolah ini. Tidak hanya itu untuk sementara waktu, semua layanan persuratan desa juga dipusatkan di tempat ini. {abc} 

Post a Comment

0 Comments