Subscribe Us

header ads

Lawan Corona dengan Sedekah!

UPZIS PRNU Pacarpeluk adalah bagian integral dari PC LAZISNU Jombang.


[Pacarpeluk, NUP] - Mengapa wabah virus Corona/Covid-19 massif direspon masyarakat dunia? Selain karena menyebabkan kematian cepat dan penyebarannya sangat cepat melalui kontak fisik baik secara langsung maupun tidak langsung, harus diakui bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus Corona/Covid-19 adalah penyakit kelompok elit. Mereka yang pertama kali tertular dan menularkannya adalah kelompok masyarakat berada yang baru melakukan perjalanan luar negeri, misal umroh, wisata atau bisnis internasional.
Aktivitas ini memang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berharta. Kelompok masyarakat ekonomi lemah sepertinya tidak wajar jika mampu melakukannya. Kalau tho mereka melakukan perjalanan luar negeri, tentunya bukan untuk tujuan wisata atau travelling,namun dalam rangka menguatkan ekonomi di kampuang halamannya dengan menjadi pekerja di luar negeri. 
Meskipun awalnya ini adalah penyakit kelompok elit, namun tidak bisa dielakkan bahwa wabah virus Corona/Covid-19 kini telah menjadi musuh bersama. Pemerintah pusat hingga paling bawah  bergerak bersama-sama melawannya dan menanggulangi penyebaran virus ini. Berbagai lembaga sosial juga mengambil bagian dalam gerakan ini dalam beragam aksi. Ada yang memberikan bantuan obat-obatan dan peralatan medis. Ada pula yang memberikan santunan kepada kelompok masyarakat lemah (dhu’afa) yang terdampak. Penyemprotan disinfektan pun dilakukan berbagai pihak di berbagai tempat.
Tetap tinggal di dalam rumah atau bekerja dari rumah menjadi salah satu himbauan Pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya memang mulia yakni untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona/Covid-19 dalam masyarakat.
Bagi kelompok berada tentu himbauan bahkan instruksi ini adalah sesuai yang menyenangkan. Mereka bisa santai berada di dalam rumah masing-masing, sedangkan tiap bulan tetap mendapatkan gaji. Sebaliknya bagi kelompik masyarakat bawah yang lemah, tentu hal ini sangat menyakitkan. Seharian berada di dalam rumah bagi mereka berarti tidak mendapatkan penghasilan di hari itu. Jika hal ini dilakukannya berhari-hari sedangkan kerja utama penghasilan mereka adalah di luar rumah tentu akan memunculkan masalah baru bagi keluarga mereka.
Memang ini adalah dilema bagi masyarakat lemah. Keluar rumah dikhawatirkan tanpa disadari tertular dan atau menularkan virus yang bisa menyebabkan kematian. Sebaliknya berdiam diri dan tetap berada di dalam rumah dengan tiadanya penghasilan tetap juga berpotensi menyebabkan masalah akibat kelaparan.     
Dalam kondisi dilema seperti ini maka semangat Bersama Melawan Corona yang paling tepat diwujudkan adalah  dengan bersama-sama mengamalkan sabda Rasulullah Muhammad SAW. “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR Imam Baihaqi). Dengan sedekah ini maka dilema ini akan bisa ditanggulangi, lebih-lebih jika sedekah ini disalurkan melalui institusi amil zakat yang amanah. Institusi ini akan berperan sebagai badan penjamin sosial masyarakat yang menyalurkan sedekah, infak dan zakat kepada masyarakat secara tepat dan merata.
Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin semuanya harus tetap berada di dalam rumah. Harus ada yang bekerja di luar secara terbatas dan waspada terhadap penyebaran virus ini, salah satunya adalah institusi amil zakat yang menyalurkan bantuan dan santunan kepada mereka yang lemah agar tetap terjamin kehidupannya. 
Bagi anda yang berada, maka tidak sepatutnya anda memborong masker, hand sanitizer, cairan disinfektan, vitamin C dan sembako. Semuanya itu tidak akan menjamin kita terhindar dari virus, malah akan menimbulkan masalah baru dalam masyarakat.
Tetaplah bersikap wajar meskipun tetap berada di dalam rumah. Jika harus memborong, maka boronglah sedekah dengan cukup mentransfer donasi kepada institusi amil zakat. Inilah yang akan menyelamatkan kita dari balabencana dan membahagikan kaum lemah meskipun tetap berada di dalam rumah masing-masing. Mari lawan Corona dengan sedekah! {abc}

Ditulis oleh:
Nine Adien Maulana (ketua PRNU Pacarpeluk)

Post a Comment

0 Comments