Subscribe Us

header ads

Pantun Memudahkan Anda Tunaikan Zakat Fitri

Beras Pantun dengan kemasan 3 Kg siap dipasarkan untuk kebutuhan zakat fitri jamaah.



[Pacarpeluk, NUP] Ini pantun yang istimewa. Ia bukan rangkaian kata dengan sajak tertentu. Ia adalah merek beras kemasan hasil kreasi KSU KUBe NUP PACARPELUK. 
Pantun ini berasal dari bahasa Jawa yang berarti padi. Dari padi kemudian lahirlah beras. Awalnya ada dua kata yang muncul untuk dijadikan merek produk ini, yaitu “Uwos” dan “Pantun”. Keduanya juga berasal dari bahasa Jawa. Uwos berarti beras, sedangkan Pantun berarti padi. Setelah beristikharah, akhirnya “Pantun” yang terpilih sebagai merek karena dianggap lebih membangkitkan rasa penasaran dan keingintahuan.
Pantun ini telah resmi dilaunching pada Ramadhan tahun lalu tepatnya pada Jumat, 12 Ramadhan 1440 H di Masjid NU Baitul Muslimin dusun Peluk. Bahan bakunya berasal dari beras tanaman padi jamaah NU Pacarpeluk yang menjadi anggota KSU KUBe NUP PACARPELUK.   
Untuk kebutuhan pemenuhan zakat fitri jamaah, pada Ramadhan 1441 H ini beras NUP Pantun hadir dengan kemasan 3 Kg seharga Rp. 31.000,- (Tiga Puluh Satu Ribu Rupiah). Kemasan ini memang praktis untuk menunaikan kewajiban zakat fitri, karena telah memenuhi, bahkan melebihi, takaran satu bagian zakat fitri.
Pantun ini memiliki tagline Nyoto Uenak Punel. Tiga kata itu jika disingkat menjadi NUP. Memang keberadaan Pantun ini tidak bisa dipisahkan dari PRNU Pacarpeluk dan UPZIS PRNU Pacarpeluk. Oleh karena itu, hasil tiap penjualan satu kemasan Beras NUP Pantun didonasikan kepada UPZIS PRNU Pacarpeluk sebesar Rp. 100,- (Seratus Rupiah) sebagai bentuk khidmat kepada jam'iyyah. 
Dengan demikian membeli Beras NUP Pantun sama dengan berinfaq untuk program-program sosial. Semakin banyak Beras NUP Pantun terbeli maka semakin banyak pula infaq yang tersalurkan melalui UPZIS PRNU Pacarpeluk. {abc}


Post a Comment

0 Comments