Subscribe Us

header ads

Tentang Kedai Literasi NUP

Aktivitas Kedai Literasi NUP sebelum pandemi Covid-19. Tempat ini menjadi jujugan mangkal para kader penggerak IPNU dan IPPNU Pacarpeluk.


[Pacarpeluk, NUP] - Kedai Literasi NUP adalah nama Perpustakaan Desa Pacarpeluk. Perpustakaan ini awalnya digagas oleh para kader penggerak IPPNU Pacarpeluk. Mereka ingin mendirikan Taman Baca Masyarakat yang dikelola secara mandiri.
Diskusi tentang ide ini pun dilakukan di Rumah Pergerakan NU Pacarpeluk bersama ketua PRNU Pacarpeluk. Diskusi ini menghasilkan gagasan bahwa agar menarik perhatian publik maka nama untuk aksi kreatif ini harus beda dengan yang lain. Oleh karena itu muncullah gagasan menggunakan nama Taman Literasi Kampung. Nama ini dipilih karena jarang ada yang menggunakannya daripada nama Taman Baca Masyarakat.  
Bangunan kosong Pos Keamanan Lingkungan (Kamling) yang telah lebih dulu dipugar menjadi NUP Barbershop tetap menjadi perhatian para kader muda ini. Mereka ingin Taman Literasi Kampung ini diselenggarakan berdampingan dengan  NUP Barbershop. Keinginan mereka sangat rasional karena bangunan ini berada di tepi jalan raya desa dan masih ada bilik kosong di bangunan itu yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat Taman Literasi Kampung.
Bagi mereka, keberadaan Taman Literasi Kampung yang berdampingan dengan NUP Barbershop akan memberi kesan istimewa, yaitu terpadunya kegiatan kewirausahaan jasa pangkas rambut dan kegiatan edukasi literasi. Diharapkan, sambil mengantri giliran pangkas rambut, siapa saja bisa membaca berbagai koleksi bacaan yang ada dalam perpustakaan itu.
Ide ini pun disampaikan kepada Bambang Suirman, Kepala Desa Pacarpeluk. Sang Kepala Desa menyambut gembira gagasan itu, karena bilik kosong yang sebelumnya sangat tidak terawat itu akan lebih bermanfaat. Akhirnya bilik ini pun direnovasi dengan tampilan depan yang seimbang dengan tampilan NUP Barbershop di sampingnya yang telah lebih dulu direnovasi oleh KSU KUBe NUP PACARPELUK yang didukung penuh oleh Yayasan Astra Honda Motor.
Bilik kosong yang sebelumnya kumuh akhirnya menjadi bilik bersih yang layak dipakai untuk kegiatan literasi para remaja dan pemuda desa ini. Bagi Pemerintah Desa Pacarpeluk, tempat ini pun menjadi bangunan mini perpustakaan desa. Bangunan besar perpustakaan desa Pacarpeluk telah lebih dulu dibangun dan berada samping kantor desa ini. Dengan demikian Pacarpeluk memiliki dua bangunan yang perpustakaan yang saling melengkapi.
Pemerintah Desa Pacarpeluk pun menyediakan koleksi bacaannya. Ada lebih dari lebih dari 1000 eksemplar koleksi bacaan yang telah tersedia. Temanya bacaannya pun beragam. Ada tema keislaman, sastra, ketrampilan terapan, sejarah, sains, sosial budaya dan lain-lain.
Dengan pertimbangan integrasi antara tujuan edukasi dan ekonomi entrepreneur, akhirnya Perpustakaan Desa Pacarpeluk yang terletak di dusun Pacar itu tidak menggunakan nama Taman Literasi Kampung. Nama Taman Literasi Kampung dianggap terlalu identik hanya untuk tujuan edukasi. Maka, nama yang akhirnya dipilih untuk Perpustakaan Desa Pacarpeluk ini adalah Kedai Literasi NUP. Nama ini diharapkan menjadi visi bahwa dari dan di tempat ini kelak bisa dikembangkan dua kegiatan yang terpadu yakni kegiatan edukasi dan ekonomi. Inilah yang terkadung dalam frase Kedai Literasi.
Untuk menjalankan Kedai Literasi NUP, PRNU Pacarpeluk telah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang untuk melatih dasar-dasar manajemen perpustakaan. Ada empat kader IPPNU Pacarpeluk yang ditugaskan untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pada Senin, 30 Desember 2019 di Perpustakaan Daerah (Mastrip). Mereka dilatih oleh pustakawan di Perpustakaan itu tentang kecakapan dasar pengelolaan perpustakaan.
Dengan bekal itulah para kader mempraktikkannya dalam pengelolaan Kedai Literasi NUP ini. Meskipun masih ada banyak kekurangan, namun perpustakaan desa ini telah memberikan citra positif bagi kegiatan kepemudaan di desa ini baik dari sisi religi, edukasi dan ekonomi. Wajar jika akhirnya perpustakaan ini kemudian menarik perhatian salah seorang mahasiswi UINSA Surabaya untuk menelitinya saat melakukan penelitian kegiatan sociopreneur yang dikembangkan oleh PRNU Pacarpeluk. {abc}

Post a Comment

0 Comments