Subscribe Us

header ads

Warga Pendatang, Shalat Id di Rumah Saja!

Rapat Kordinasi antara Pemerintah Desa Pacarpeluk dengan para ketua takmir masjid menjelang Idul Fitri


[Pacarpeluk,NUP] – Seminggu menjelang Idul Fitri 1441 H, Pemerintah Desa Pacarpeluk mengajak para pengurus takmir masjid dan PRNU Pacarpeluk untuk berkordinasi. Rapat kordinasi ini selenggarakan di Posko Terpadu Desa yang bertempat di SDN Pacarpeluk (Ahad, 17/5/2020).
Rapat ini dihadiri oleh Kades Pacarpeluk beserta seluruh jajaran perangkat desa, ketua PRNU Pacarpeluk, ketua takmir masjid Baitul Muslimin, ketua takmir masjid Darus Salam, ketua tamir masjid Al-Mukhtar, ketua takmir masjid Baiturrahman, dan ketua takmir masjid al-Mukmin.  
“Pemerintah Desa Pacarpeluk mempersilahkan diselenggarakannya shalat Idul Fitri dengan syarat-syarat yang harus ditaati oleh pengurus takmir masjid dan jamaahnya”, ucap Bambang Suirman di hadapan peserta rapat.
Lebih lanjut, Kades Pacarpeluk itu mengungkapkan ada lima syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh jamaah, yaitu: 1. memakai masker, 2. menjaga jarak antar jamaah (physical distancing), 3. mencuci tangan dengan air dan sabun yang tersedia, 4. mengecek suhu tubuh dan 5. Khotib dan imam hendaknya mempersingkat materi khutbah dan bacaan shalat.
Mengantisipasi adanya jamaah pendatang, dengan tegas Kades Pacarpeluk menyatakan, “Warga pendatang sebaiknya shalat Id di rumah masing-masing saja.” Dalam rapat itu disepakati bahwa yang dimaksud dengan warga pendatang ada siapa saja yang minimal 1 bulan tidak berada di dalam lingkungan Pacarpeluk karena berada di luar kota.   
Jika mereka tetap memaksa ikut shalat Id bersama jamaah lokal maka mereka harus ditempatkan secara khusus agar tidak berbaur dengan jamaah lokal. “Pengurus takmir masjid harus menyediakan tempat khusus bagi mereka.”, imbuhnya.
Sebagai bentuk physical distancing, para jamaah juga diminta untuk melakukan tradisi salam-salaman dengan berjabat tangan setelah pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Fitri. “Jika tradisi itu tetap dilakukan, maka mohon cukup behadapan tanpa saling jabat tangan.”, ucap kades yang telah menjabat tiga periode ini.
PRNU Pacarpeluk mendukung kebijakan Pemerintah Desa ini. “Insyallah kami akan segera sosialisasikan kepada Keluarga Besar NU Pacarpeluk dan jamaah di masjid dan musholla supaya dimaklumi dan ditaati”, ucap singkat ketua PRNU Pacarpeluk saat dimintai keterangan. {abc}  

Post a Comment

0 Comments