Subscribe Us

header ads

Khatib Gerhana Matahari: Jangan Malu Bertaubat!

Jamaah mendengarkan khutbah gerhana matahari yang berisi ajakan bertakwa dan bertaubat kepada Allah SWT. 


[Pacarpeluk,NUP] – Tepat pukul 15.15 setelah shalat Ashar, jamaah masjid Baitul Muslimin dusun Peluk desa Pacarpeluk berdiri untuk melaksanakan shalat sunnah Gerhana Matahari (Ahad, 21/6/2020). Nine Adien Maulana bertindak sebagai imam dan khatibnya. Sebelumnya, ketua PRNU Pacarpeluk ini menerangkan secara singkat tata cara pelaksananan shalat kusyuf ini di hadapan jamaah.
Imam shalat ini memilih melaksanaan shalat kusyuf dengan melirihkan bacaan (sirr). Dua rakaat shalat ini dikerjakan dalam waktu yang agak lama, karena imam membaca surat-surat yang agak panjang.
“Memang kita dianjurkan membaca surat yang panjang.”,demikian kata Nine saat memberikan penjelasan sebelum pelaksanaan shalat gerhana matahari.
Shalat sunnah ini kemudian disempurnakan dengan pelaksanaan khutbah. Setelah berwasiyat takwa, khatib menekankan materi paparannya tentang ajakan bertaubat kepada Allah SWT.
“Jangan malu bertaubat jika kita memang sedang dalam maksiyat! Jangan takabur jika telah berada dalam ketaatan!”, pesan khatib ini.
Manusia biasa memang tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Tapi, ia tidak boleh terus terjerumus dalam kehinaan itu. Allah SWT memberi kesempatan kepada manusia untuk bertaubat selama nyawa masih berada di kandung badan. Ini adalah pesan pokok yang disampaikan oleh khatib shalat gerhana matahari di masjid Baitul Muslimin.
Sebagaimana tradisi Nahdliyyin pedesaan, setelah shalat dan khutbah usai, jamaah kemudian melakukan kenduri atau kundangan. Beberapa jamaah yang membawa makanan kemudian dibagikan dan dinikmati bersama-sama.
Selain itu, pengurus takmir masjid yang berada di tepi sungai Brantas ini juga telah menyediakan hidangan berupa bakso. Praktis, semua jamaah akhirnya guyup kundangan makan bakso di beranda masjid ini.
Ada sekitar lima puluh jamaah yang bersama-sama mengikuti acara sejak awal hingga akhir. Separuh diantaranya adalah jamaah anak-anak dan remaja yang merupakan santri PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk. Mereka memang mendapat tugas dari pelatihnya untuk mengikuti shalat gerhana matahari di masjid yang biasa menjadi tempat latihan rutin mereka tiap hari Rabu. {abc} 

Baca juga!
Jelang Shalat Kusyuf, Warga Desa Ini Gelar Khatmil Quran Virtual

Post a Comment

0 Comments