Subscribe Us

header ads

Mantan Komisioner KPU Jateng Kunjungi NU Pacarpeluk

Muhammad Hakim Junaidi bersama Nine Adien Maulana mengabadikan kebersamaan di depan papan nama NU Pacarpeluk.



[Pacarpeluk, NUP] – Rumah Pergerakan NUP kembali menerima kunjungan dari para pemerhatinya dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Muhammad Hakim Junaidi (MHJ), mantan Komisioner KPU Jawa Tengah.  Bersama dengan istri dan adik perempuannya yang bertindak sebagai penunjuk arah, pria yang juga akademisi UIN Walisongo Semarang ini akhirnya sampai juga di Rumah Pergerakan NUP yang terletak di tepi sungai Brantas itu (Kamis,16/7/2020). 
Selama ini MHJ hanya mengenal NU Pacarpeluk melalui media online. “Alhamdulillah, akhirnya aku sampai juga di sini.”, ucapnya saat sampai di rumah Nine Adien Maulana yang menjadi sekretariat NU Pacarpeluk. Keduanya pun terlibat dalam obrolan ringan saling berbagai informasi dengan penuh keakraban.  
Program sosioprenuer yang dijalankan oleh NU Pacarpeluk melalui KSU KUBe NUP Pacarpeluk menjadi topik pembicaraan mereka. Ketua PRNU Pacarpeluk itu kemudian menceritakan beberapa unit usaha yang telah dan sedang dijalankan oleh koperasi itu.
“Semua aksi sosiopreneur ini sebenarnya berkat dukungan penuh dari Yayasan Astra Honda Motor. Kami hanya operator lapangan.”, jelas Nine. Sebagaimana dikabarkan, ketua PRNU Pacarpeluk ini lolos seleksi dan terpilih sebagai duta penggerak CSR dari yayasan ini.
Meskipun kunjungan MHJ bersama keluarganya di NU Pacarpeluk lebih bernuansa shilaturrahmi kekeluargaan, namun memberi makna yang mendalam bagi penggerak jam'iyyah ini. Meskipun berada di tingkat ranting, jam'iyyah ini bisa merajut jaringan dengan berbagai pihak dari berbagai daerah. Apalagi para pemerhati yang akhirnya mengunjungi NU Pacarpeluk adalah orang-orang yang kaya pengalaman dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, jam'iyyah ini pun terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung.  
Beberapa hari sebelumnya sekretariat PRNU Pacarpeluk ini mendapat kunjungan dari Muhammad Romli (Ahad, 5/7/2020). Ia adalah nahdliyyin Pamekasan yang kini tinggal di Kediri. Ia bermaksud menggali pengalaman NU Pacarpeluk dalam menggerakkan jamaah dan jam’iyyah baik dalam beragam aksi. {abc}

Post a Comment

0 Comments