Subscribe Us

header ads

KB NUP Selenggarakan Upacara Virtual Detik-Detik Proklamasi

Peserta Upacara Virtual ini adalah para kader NU, Muslimat, Fatayat, LAZISNU, IPNU, IPPNU, Karang Taruna Sinergi dan Perangkat Desa Pacarpeluk.


[Pacarpeluk, NUP] – Kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak pisahkan dari jasa umat Islam dan ulama. Bahkan, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Indonesia adalah warisan pada ulama. Sebagai pewarisnya kita harus menjaganya dan terus mempertahankannya.
Didorong oleh kesadaran mulia itu, Keluarga Besar NU Pacarpeluk (KB NUP) ikut ambil bagian dalam syukur nikmat kemedekaan. Mereka menyelenggarakan upacara detik-detik proklamasi, peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, upacara ini diselenggarakan secara virtual dengan mengikuti siaran langsung pelaksanaan upacara di Istana Merdeka melalui jaringan internet.
Upacara virtual ini diselenggarakan di Balai Desa Pacarpeluk (Senin,17/8/2020). Perangkat Desa, Karang Taruna dan KB NUP menjadi peserta utamanya. KB NUP terdiri dari unsur NU, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, LAZISNU dan Pagar Nusa. Dengan mempertimbangkan prototokol phisical distancing, masing-masing unsur hanya dibatasi maksimal 5 orang peserta.
Sejak pukul 09.00 para peserta sudah mulai berdatangan di Balai Desa Pacarpeluk. Mereka memakai seragam masing-masing sambil bermasker.
“Meskipun upacara ini dilaksanakan secara virtual, namun alhamudulillah kita bisa mengikutinya dengan khidmat”, kata Nine Adien Maulana saat memberikan keterangan. Ketua PRNU Pacarpeluk ini mengaku sangat bersyukur bisa menyelenggarakan acara ini bersama Pemerintah Desa Pacarpeluk. “Ini simbol sinergi ulama dan umaro’ dalam mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh para pendiri negeri ini.”, imbuhnya.
Sejak pembawa acara memberi aba-aba bahwa upacara dimulai, para peserta upacara virtual ini pun mengambil sikap mengikutinya. Mereka duduk di atas kursi menghadap layar yang menayangkan siaran langsung upacara dari istana merdeka.
Suasana balai desa Pacarpeluk pun menjadi hening. Yang terdengar dominan adalah suara siaran langsung upacara itu. Seluruh peserta khidmat mengikutinya hingga akhir.
Saat pengibaran sang Merah Putih seluruh peserta mengambil sikap sempurna. Mereka berdiri sambil menghormat bendera. Pandangan mereka tetap menatap pada tayangan pengibaran bendera melalui layar yang ada di hadapan mereka.
Ada yang khas dalam pelaksanaan upacara virtual ini. Saat rangkaian upacara dari istana Meredeka telah usai, para peserta upacara virtual secara kompak menyayikan mars Hari Merdeka dan Syubbanul Wathan. Kedua lagu itu dinyanyikan dengan iringan ritmis rebana al-Banjary. {abc}

Post a Comment

0 Comments